Bisnis.com, JAKARTA—emiten pupuk dan agrokimia PT Delta Giri Wacana Tbk. (DGWG) mencatatkan pendapatan Rp4,15 triliun pada 2025, naik 23,15% secara tahunan (year on year/YoY) dari sebelumnya Rp3,37 triliun.
Direktur Utama DGWG David Yaory menyampaikan pencapaian pada 2025 merupakan kelanjutan dari kinerja operasional perseroan yang mencatatkan rekor volume penjualan tertinggi.
Penjualan DGWG tercatat sebesar Rp4,15 triliun, meningkat sebesar 23,15%. Laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk atau laba bersih mencapai Rp218,85 miliar, tumbuh sebesar 22,48% dari sebelumnya Rp178,69 miliar.
Peningkatan tersebut didukung oleh kenaikan volume penjualan di seluruh segmen usaha, meliputi agrokimia, pupuk, serta alat-alat pertanian. Kinerja ini mencerminkan peran DGWG dalam menjaga ketersediaan sarana produksi pertanian yang menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas sektor pertanian nasional.
“Ke depan, perseroan akan tetap berfokus pada penguatan fundamental bisnis serta memastikan relevansi produk dengan kebutuhan petani, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar David dalam siaran pers, Kamis (26/3/2026).
Direktur DGWG, Danny Jo Putra, menambahkan bahwa peningkatan kinerja keuangan turut didukung oleh pengelolaan operasional yang disiplin. Perseroan akan terus mengelola bisnis secara prudent agar dapat menjaga keberlanjutan kinerja di tengah berbagai tantangan yang ada.
Baca Juga
- Emiten Pupuk DGWG Catat Lonjakan Penjualan pada 2025
- Bisnis Pupuk & Pestisida Dorong Kinerja DGWG
- Emiten Pupuk Delta Giri Wacana (DGWG) Incar Pertumbuhan Laba
Sebagai bagian dari ekosistem agro input nasional, DGWG akan terus berupaya menjaga kesinambungan pertumbuhan usaha dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan serta kontribusi terhadap sektor pertanian. Perseroan meyakini bahwa penguatan distribusi, ketersediaan produk, dan efisiensi operasional menjadi elemen penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Ke depan, perseroan akan melanjutkan strategi yang berfokus pada peningkatan volume, penguatan distribusi, serta efisiensi operasional, dengan tetap mengedepankan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, ketahanan pangan nasional terus menjadi fokus strategis pemerintah di tengah dinamika global yang berkembang. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pengantar dalam Sidang Rapat Kabinet Paripurna di Istana Negara menegaskan bahwa kondisi global saat ini merupakan momentum untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan dan energi sebagai fondasi kemandirian bangsa.
Sejalan dengan hal tersebut, sektor agraria Indonesia pada 2025 menunjukkan capaian positif dengan keberhasilan mencapai swasembada beras, yang tercermin dari surplus produksi sekitar 13% dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini turut membuka peluang ekspor beras ke sejumlah negara, sekaligus mencerminkan penguatan kapasitas produksi dan daya saing sektor pangan nasional.





