Israel Terus Gempur Lebanon, Hizbullah Tolak Perundingan Gencatan Senjata

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon dan mengirim pasukan darat. Pemimpin Hizbullah, Qassem, mengatakan pihaknya menolak melakukan perundingan gencatan senjata apabila Israel terus melakukan serangan.

Dilansir AFP, Kamis (26/3/2026), Israel, yang menduduki Lebanon selatan selama sekitar dua dekade hingga tahun 2000, terus melancarkan serangan terhadap tetangga utaranya. Israel juga mengirim pasukan darat untuk menguasai jalur hingga Sungai Litani, sekitar 30 kilometer (20 mil) dari perbatasan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan militer telah 'menciptakan zona keamanan yang nyata' dan sedang memperluasnya, dengan mendorong lebih dalam ke Lebanon.

Baca juga: AS Minta Iran Akui Kekalahan, Peringatkan Serangan Lanjutan Lebih Keras

"Kami hanya menciptakan zona penyangga yang lebih besar yang dapat mencegah invasi darat ke Israel dan serangan rudal," kata Netanyahu dalam video yang dibagikan oleh kantornya.

Sementara itu, Hizbullah mengeluarkan puluhan pernyataan yang mengklaim serangan terhadap pasukan Israel, dan mengatakan bahwa mereka juga meluncurkan rudal pada Kamis pagi ke lokasi militer di Israel tengah, di mana sirene serangan udara berbunyi.

Adapun media Israel mengatakan enam roket Hizbullah yang menuju ke wilayah tengah semuanya berhasil dicegat.

Hizbullah mengatakan para pejuangnya telah melancarkan lebih dari 80 serangan pada Rabu, jumlah serangan harian terbesar dalam perang saat ini. Hizbullan juga mengaku telah menyerang pasukan Israel di sembilan kota perbatasan.

Baca juga: Trump Sindir Iran yang Ogah Negosiasi: Mereka Takut Dibunuh Rakyat Sendiri

Militer Israel mengungkap salah satu tentaranya terluka parah akibat tembakan roket di Lebanon selatan. Sebelumnya Israel juga melaporkan seorang perwira terluka ringan dalam pertempuran.

Sementara roket yang ditembakkan ke arah wilayah Haifa di Israel utara tidak mengakibatkan korban luka.

Diketahui, Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah ketika Hizbullah mulai menembakkan roket ke Israel pada 2 Maret untuk membalas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam upaya untuk mengakhiri pertempuran, presiden Lebanon menyerukan negosiasi langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Israel, yang sejauh ini telah menolak usulannya.

Baca juga: Muncul Tawaran Gencatan Senjata dari Trump ke Iran

Sementara pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, mengatakan kelompoknya tidak akan menerima negosiasi di tengah serangan. Menurut Hizbullah negosiasi dengan Israel di tengah serangan akan sama dengan 'menyerah'.

"Ketika negosiasi dengan musuh Israel diusulkan di bawah serangan, ini adalah pemaksaan penyerahan diri," kata Qassem.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan kedua belah pihak untuk menghentikan tembakan. Ia memperingatkan Israel agar tidak meniru "model Gaza" di Lebanon selatan seperti yang disarankan oleh beberapa pejabat Israel, yang menimbulkan kekhawatiran akan pengungsian massal.




(yld/imk)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Kata Iran Soal Negosiasi dengan AS, Bursa Asia Dibuka Beragam
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tak Diundang Demokrat, Kenapa Anies Datang ke Halalbihalal SBY?
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Menag Bicara Perayaan Imlek, Idulfitri, Nyepi, Paskah Bersamaan dan Toleransi Beragama Indonesia
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Update Lalin Arus Balik: Tol Pejagan–Pemalang dan Japek Ramai Lancar Siang Ini
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Resmi! John Herdman Coret Dean James dari Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.