Pengemudi Mobil Toyota Avanza berinisial AY (laki-laki, 48 tahun) dikeroyok oleh massa di Jalan Pantai Kuta, Bali, pada Rabu (25/3) sekitar pukul 01.30 WITA.
Belum diketahui motif massa mengeroyok warga asal Malang, Jawa Timur itu. Namun, mobil AY rusak parah akibat insiden ini.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, AY sebelumnya sempat bersenggolan dengan sebuah taksi di pertokoan Kuta Square.
"Motif masih dalam penyelidikan karena masih dalam pemeriksaan saksi-saksi," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (26/3).
Kasus ini secara resmi telah dilaporkan TW, istri AY ke Polresta Denpasar. Berdasarkan keterangan TW, insiden ini bermula saat mobil AY bersenggolan dengan sebuah taksi di area pertokoan.
AY tetap melaju walau kendaraan bersenggolan. Warga di sekitar lokasi tiba-tiba berteriak maling sembari mengejar kendaraan AY dan TW. Mobil mereka diadang taksi sehingga tak bisa melaju di Jalan Pantai Kuta.
Kendaraan mereka lalu didatangi sejumlah massa. Massa memukul mobil AY dengan tangan, melempar kaca mobil dengan batu dan kunci roda.
"Korban AY juga dipukul oleh beberapa orang sehingga mengalami luka lecet pada bagian leher," katanya.
Dalam video viral di media sosial, TW sempat memohon kepada massa agar tidak melanjutkan aksi tersebut. Situasi ini diamankan oleh sejumlah security yang berjaga di sekitar mal, hotel dan restoran di Pantai Kuta.
Dalam insiden ini, mobil AY diketahui penyok, hampir seluruh kaca mobil rusak atau pecah dan seluruh ban mobil telah kempes.
Dua Pelaku Diamankan, 1 Positif SabuGede Adi Saputra Jaya mengatakan, penyidik telah mengamankan dua pelaku pengeroyokan dan penganiayaan AY. Mereka adalah LG alias Arif (laki-laki, 29 tahun) dan ON alias Mesak (laki-laki).
Penyidik melakukan tes urine terhadap kedua pelaku yang bekerja sebagai debt collector di Bali. Hasilnya menunjukkan Arif positif narkotika jenis sabu.
"Hasil tes urine menunjukkan pelaku atas nama Arif positif AMP (Amphetamine/Amfetamin) dan METH (Methamphetamine/Metamfetamin)," katanya.
Gede Adi Saputra mengatakan, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengusut tuntas kasus ini. Penyidik juga mengejar sejumlah massa yang berhasil kabur dari lokasi kejadian.
"Penyidik masih mencari pelaku lain," katanya.





