Perang di Iran Ancam Pariwisata, Thailand Bisa Kehilangan 3 Juta Wisman

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Thailand menghadapi ancaman serius terhadap sektor pariwisatanya akibat dampak perang AS-Israel terhadap Iran. Pemerintah memperkirakan bisa kehilangan hingga tiga juta wisatawan mancanegara (wisman) jika perang berlangsung selama enam bulan.

Mengutip Bloomberg pada Kamis (26/3), Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand, Natthriya Thaweevong, mengatakan penurunan wisman berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga 150 miliar baht atau sekitar USD 4,6 miliar.

Pemerintah sebelumnya menargetkan 35 juta kunjungan wisman pada 2026. Namun, kondisi global saat ini dapat menekan angka turun ke kisaran 28 juta, setara dengan capaian tahun 2023.

Kenaikan tajam harga bahan bakar menjadi salah satu faktor utama yang memukul sektor perjalanan global. Maskapai penerbangan terpaksa menaikkan tarif, yang berdampak pada pembatalan perjalanan oleh wisatawan.

“Inti dari pariwisata adalah perjalanan, dan untuk melakukan perjalanan itu Anda membutuhkan bahan bakar,” ujar Natthriya.

“Semua orang terdampak dan menghadapi biaya tinggi yang sama. Kita akan kehilangan wisatawan dari seluruh dunia," sambungnya.

Dia melanjutkan, bahkan jika konflik berakhir pada akhir Maret 2026, Thailand tetap berpotensi kehilangan satu hingga dua juta wisman.

Sebagai langkah mitigasi, Thailand berupaya mengalihkan fokus pasar ke wisatawan Timur Tengah yang dikenal memiliki daya beli tinggi. Pemerintah menargetkan setidaknya 200.000 kunjungan dari kawasan tersebut tahun ini.

Wisatawan Timur Tengah tercatat menghabiskan rata-rata 80.000 baht per perjalanan, lebih tinggi dibanding wisatawan Eropa (61.000 baht) dan Asia (39.000 baht).

Di sisi lain, Thailand juga memperkuat strategi untuk menarik wisatawan kelas atas melalui promosi layanan kesehatan dan medis berstandar internasional.

Meski penerbangan mulai kembali normal dengan tingkat pembatalan menurun, tekanan terhadap sektor pariwisata masih besar. Industri ini menyumbang sekitar 12 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Thailand dan belum sepenuhnya pulih sejak pandemi COVID-19.

Pemerintah pun tengah menyiapkan sejumlah insentif tambahan, termasuk dorongan wisata domestik dan dukungan bagi pelaku industri pariwisata, guna menjaga momentum pemulihan di tengah ketidakpastian global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Didukung Sebuah Negara, AS dan Israel Dituding Ingin Duduki Salah Satu Pulau di Iran
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
1,9 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Jasa Marga Imbau Manfaatkan Diskon Tarif Tol 30 Persen
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Jalur Tol Besok 26 Maret, Waspada Hujan di Sejumlah Lokasi Ini
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Ditutup Melemah, Saham BBCA, BUMI hingga AADI ke Zona Merah
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Australia Larang Kunjungan Warga Iran!
• 8 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.