jpnn.com, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dijadikan bahan informasi palsu alias hoaks yang tersebar luas di media sosial.
Kali ini, kabar palsu itu menyebut MBG akan tetap dibagikan meski pemerintah memutuskan pemberlakuan pembelajaran daring atau online.
BACA JUGA: Efisiensi MBG Bisa Menghemat Rp 40 Triliun Per Tahun
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya pun menepis hoaks itu.
Menurut dia, sampai saat ini BGN belum membahas maupun menyusun petunjuk teknis alias juknis tentang penyaluran MBG pada masa pembelajaran daring.
BACA JUGA: Tanggapi Isu Pembelajaran Daring Siswa dan Program MBG, Ketum Logis 08: Penjelasan Waka BGN Sony Sanjaya Jadi Rujukan
"Sampai saat ini pemerintah sendiri belum memutuskan kebijakan pembelajaran online pada anak-anak sekolah," ujar Sony melalui siaran pers BGN, Rabu (25/3/2026).
Pimpinan BGN yang membidangi operasional pemenuhan gizi itu menegaskan sejauh ini pelaksanaan Program MBG masih mengacu pada mekanisme yang berlaku saat sekolah menerapkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka atau luring.
Sony pun mengimbau masyarakat tidak mudah teperdaya informasi yang belum jelas asal-usulnya, terutama yang menyebar di media sosial. "Setiap kebijakan resmi terkait MBG akan disampaikan langsung oleh BGN melalui kanal komunikasi yang kredibel," imbuhnya.
Lebih lanjut Sony menegaskan BGN berkomitmen memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar, baik dari sisi kualitas gizi maupun tata kelola penyalurannya. Dengan demikian, manfaat program andalan Presiden Prabowo Subianto itu benar-benar dirasakan oleh para siswa di seluruh Indonesia.
"Jika nantinya ada kebijakan baru, termasuk dalam situasi pembelajaran daring, tentu akan kami kaji secara matang dan diumumkan secara resmi," ujarnya.(jpnn.com)
Redaktur : Friederich Batari
Reporter : Tim Redaksi




