Pramono: Tak Ada Operasi Yustisi di Jakarta, tapi Pendatang Harus Siap kerja Keras

liputan6.com
4 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo kembali mengingatkan masyarakat yang ingin merantau ke ibu kota agar memiliki kemampuan kerja sehingga tidak menjadi beban sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono di Balai Kota Jakarta. 

Advertisement

BACA JUGA: Pramono Minta Penertiban Parkir Liar di Monas dan GI Tidak Setengah Hati: Harus Terus Dilanjutkan

"Jakarta tentunya juga mensyaratkan orang untuk bekerja, dan kapabilitasnya sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan,” kata Pramono.

Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisi terhadap pendatang. Menurut dia, Jakarta tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin mencari pekerjaan.

Namun demikian, Pemprov DKI akan mengambil langkah penertiban terhadap pendatang yang tidak memiliki kemampuan kerja.

“Dalam hal yang seperti itu (pendatang yang tak punya kemampuan kerja), pasti akan kami berikan ruang untuk ditertibkan. Tidak bisa orang kemudian datang tanpa mempunyai kemampuan apa pun dan menjadi beban. Jadi, Jakarta terbuka bagi siapa saja, tetapi kami meminta bagi siapa pun yang datang ke Jakarta, mari membuka ruang untuk bekerja keras di Jakarta,” ungkap Pram seperti dilansir dari Antara.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Bakal Terapkan Kebijakan WFH Sesuai Arahan Pemerintah Pusat
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Arus Balik Masih Tinggi, 52 Ribu Penumpang Kereta Tiba di Jakarta Kamis Pagi
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Wisatawan Asal Serang Tenggelam di Curug Goong Pandeglang, Diduga Terseret Arus
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Kelas Pekerja yang Terus Siaga Ketika Lebaran Tiba
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Jerman Kekurangan Tenaga Kerja, Datangkan dari India
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.