Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, mengapresiasi kinerja pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) selama Lebaran 2026. Ia menilai pengelolaan energi nasional berjalan aman, lancar, dan terkendali di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.
“Momentum Lebaran selalu menjadi ujian bagi ketahanan energi nasional. Namun pada 2026 ini, pemerintah mampu menunjukkan kesiapan yang matang. Pasokan BBM aman dan distribusinya terkendali,” kata Lamhot dalam keterangannya, Rabu, 25 Maret 2026.
Berdasarkan laporan Komisi VII DPR, konsumsi BBM selama arus mudik dan balik meningkat, terutama jenis gasoline dan gasoil. Kenaikan dipicu mobilitas masyarakat yang diperkirakan naik lebih dari 15 persen dibanding tahun sebelumnya.
Meski konsumsi meningkat, tidak terjadi gangguan signifikan di lapangan. Kondisi ini menunjukkan sistem distribusi mampu mengimbangi lonjakan kebutuhan.
“BPH Migas berhasil menjalankan fungsi pengawasan dan pengaturan dengan baik, termasuk dalam menjamin ketersediaan stok di berbagai wilayah, terutama di jalur-jalur strategis mudik,” ujarnya.
Lamhot menyoroti langkah antisipatif pemerintah, seperti penambahan stok di terminal utama, optimalisasi armada distribusi, serta penyediaan SPBU modular di titik rawan kepadatan. Strategi tersebut dinilai efektif mencegah kelangkaan BBM di daerah tujuan mudik.
Koordinasi lintas sektor juga berjalan baik, termasuk antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, BUMN energi, dan aparat keamanan. Sinergi ini menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional.
Lamhot, yang juga Ketua DPP Partai Golkar, menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil pendekatan teknokratis berbasis data dan perencanaan matang.
“Ini bukan kerja instan. Ada perencanaan jangka panjang, simulasi kebutuhan, hingga pemetaan risiko yang dilakukan jauh hari sebelum Lebaran,” kata dia.
Pemerintah juga memanfaatkan teknologi digital untuk memantau distribusi BBM secara real time, sehingga respons terhadap potensi gangguan dapat dilakukan lebih cepat.
Selain sektor energi, Lamhot turut memuji pengelolaan arus mudik di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai koordinasi antar kementerian dan lembaga berjalan efektif, terlihat dari minimnya hambatan selama periode mudik dan balik.
“Presiden Prabowo menunjukkan kepemimpinan yang cepat dan responsif. Penanganan arus mudik tahun ini jauh lebih terorganisasi dan minim kendala berarti,” ujar Lamhot.
Kelancaran mudik, menurut dia, tidak hanya terlihat dari arus lalu lintas, tetapi juga terjaganya pasokan kebutuhan pokok dan energi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi kebijakan rekayasa lalu lintas, penambahan infrastruktur pendukung, serta kesiapan layanan publik selama Lebaran.
“Ini menjadi bukti bahwa negara hadir dalam memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat saat merayakan hari besar keagamaan,” katanya.
Lamhot berharap keberhasilan ini dapat menjadi model untuk tahun berikutnya, terutama dalam menjaga stabilitas energi saat lonjakan konsumsi musiman.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar pelayanan publik semakin baik, seiring meningkatnya jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat.
“Evaluasi tetap diperlukan agar ke depan kita bisa lebih siap, lebih presisi, dan lebih adaptif terhadap dinamika потребsi energi,” ujarnya.
Sebagai mitra kerja sektor energi dan industri, Komisi VII DPR akan terus melakukan pengawasan serta mendukung kebijakan untuk menjaga ketahanan energi nasional.
“Keberhasilan ini patut diapresiasi, tetapi juga harus dijadikan pijakan untuk memperkuat sistem energi nasional ke depan,” kata Lamhot.
Editor: Redaksi TVRINews





