jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah diminta tidak menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat untuk menghemat BBM di dalam negeri.
Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Irawan menyarankan agar pemerintah menetapkan setiap hari Rabu dilakukan WFH.
BACA JUGA: Setiap Hari RI Impor BBM 600 Ribu Per Barel
Hal itu kata dia, untuk menghindari anggapan libur panjang jika WFH diterapkan setiap Jumat.
“Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat, potensial hari tersebut digunakan justru untuk berwisata. Publik bisa menganggap jadi hari libur panjang," kata Irawan di Jakarta, Rabu (25/3)
BACA JUGA: Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang, Wakil Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik
Dia menuturkan WFH pada Jumat juga akan berpotensi menyimpang dari tujuan penghematan BBM. Karena bisa saja WFH itu dimaknai sebagai libur panjang.
Karena itu, dia menilai Rabu adalah hari yang cocok untuk menetapkan WFH bagi ASN dan pegawai swasta. Sebab, hari tersebut berada di tengah pekan.
Jika WFH diterapkan pada Senin maka momen itu sama saja akan dianggap sebagai libur panjang. Sedangkan jika hari Kamis maka berpotensi masyarakat akan mengambil cuti pada Jumat.
Ahmad mengaku kebijakan WFH ini sangat positif untuk pengurangan konsumsi energi.
“Namun, kebijakan WFH juga perlu paralel dengan penyediaan logistik hingga bahan pokok bagi warga secara bijak,” pungkas dia.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




