Kelelahan saat berkendara menjadi salah satu faktor utama yang kerap memicu risiko kecelakaan, terutama dalam perjalanan jauh saat arus balik Lebaran. Karena itu, pengemudi perlu menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap prima selama di jalan.
Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menekankan bahwa kunci utama agar tidak cepat lelah saat menyetir, adalah menjaga suasana hati tetap baik serta rutin beristirahat.
“Tips supaya tidak cepat lelah, kuncinya enjoy dan regular jaga istirahat,” ujar Sony kepada kumparan, Senin (24/3/2026).
Menurutnya, kondisi psikologis yang nyaman akan membantu pengemudi menjaga fokus lebih lama. Hal ini menjadi penting terutama saat menghadapi kemacetan panjang yang kerap terjadi di musim mudik.
“Enjoy itu meningkatkan mood, sehingga durasi dan fokus menyetirnya bisa dipertahankan selama macet,” kata dia.
Selain itu, Sony juga mengingatkan pentingnya disiplin waktu istirahat, terutama saat kondisi lalu lintas lancar yang kerap membuat pengemudi terlena untuk terus melaju tanpa henti.
“Jika perjalanan lancar, pastikan istirahat setiap 3 jam berkendara,” ujarnya.
Ia menambahkan, kombinasi antara kondisi mental yang baik dan pola istirahat yang teratur menjadi kunci untuk menekan risiko kelelahan, termasuk mencegah terjadinya microsleep saat berkendara.
Dengan meningkatnya intensitas perjalanan selama mudik, pengemudi diimbau tidak hanya fokus pada kecepatan tiba di tujuan, tetapi juga menjaga keselamatan dengan berkendara secara bijak dan terencana.





