MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik di Timur Tengah yang terus memanas.
"Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan," kata Araghchi dalam pernyataannya di televisi pemerintah dikutip AFP, Kamis (26/3).
Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada proses negosiasi yang berlangsung.
Baca juga : Penasihat Trump Sebut AS Tak Ingin Konflik Iran Berlarut Lebih dari Tiga Bulan
"Kami tidak berniat untuk bernegosiasi, sejauh ini, belum ada negosiasi yang terjadi, dan saya yakin posisi kami sepenuhnya berprinsip," tambahnya.
Menurutnya, membuka dialog dengan Washington dalam kondisi saat ini sama saja dengan mengakui kekalahan.
Klaim Trump dan Respons Gedung Putih
Baca juga : Perang Iran vs Israel-AS Berkepanjangan, Wakil Ketua MPR Setuju WFH 1 Hari Sepekan
Pernyataan Araghchi muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim telah mengajukan proposal 15 poin untuk mendorong negosiasi damai.
Trump juga menyebut telah terjadi pertemuan dengan pejabat tinggi Iran terkait pembicaraan tersebut.
Meski Iran mengakui adanya pertemuan antara pejabat kedua negara, Teheran tetap menegaskan bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, memperingatkan bahwa AS siap meningkatkan serangan jika Iran menolak menerima kondisi saat ini.
"Jika Iran gagal menerima realitas situasi saat ini, jika mereka gagal paham sudah kalah oleh militer, Presiden Trump akan memastikan mereka diserang lebih keras dari yang mereka alami sebelumnya," ujarnya.
Namun, ia juga menyatakan bahwa jalur diplomasi masih terbuka.
"Pembicaraan terus berlanjut. Pembicaraan tersebut produktif, seperti yang dikatakan presiden pada hari Senin, dan akan terus berlanjut," paparnya. (H-4)





