Menlu Iran Ungkap Kapal dari Negara-negara Ini yang Bisa Lewati Selat Hormuz

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Iran telah mengizinkan kapal-kapal dari beberapa negara sahabatnya, termasuk Rusia, untuk melewati Selat Hormuz.

"Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menurut saluran televisi satelit milik Lebanon, Al Mayadeen.

Baca Juga :
Negara-Negara Asia Siaga Krisis Energi, Penerbangan Dipangkas hingga Lampu Jalan Dimatikan
Presiden Korea Selatan Minta Warga Persingkat Waktu Mandi untuk Hadapi Krisis Energi

Araghchi menambahkan bahwa Teheran tidak punya alasan untuk mengizinkan "kapal-kapal musuh" melewati Selat Hormuz.

Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.

Eskalasi ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Blokade itu juga berpengaruh terhadap tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut. Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara di dunia.

Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 22 negara, sebagian besar merupakan anggota NATO, terlibat dalam pembahasan langkah keamanan di Selat Hormuz sejak Kamis, 19 Maret 2026.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, pada Minggu, 22 Maret 2026.

"Kabar baiknya adalah bahwa sejak Kamis, sebuah kelompok yang terdiri dari 22 negara, sebagian besar adalah anggota NATO telah berkumpul untuk memastikan Selat Hormuz bebas dan terbuka sedini mungkin," kata Rutte kepada FOX News.

Menurut Rutte, selain negara-negara NATO, sejumlah negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Uni Emirat Arab, dan Bahrain juga ikut ambil bagian dalam pembahasan tersebut. Namun, ia tidak merinci negara mana saja yang akan mengambil langkah konkret.

Baca Juga :
Kim Jong Un Sebut Nuklir Korut Jadi Ancaman Nyata bagi Amerika Serikat
Posisi Iran Makin 'di Atas Angin' Dibanding Awal Serangan AS-Israel? Ini Faktanya
Amerika Ajukan 15 Syarat Damai, Iran Balas 5 Tuntutan Keras

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
John Herdman Mendadak Coret Dean James, Bintang Eropa Rp3,4 Miliar Resmi Jadi Pengganti di Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Al-Ittihad kembali tertarik rekrut Mohamed Salah
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Tak Kantongi SLHS, 1.528 SPPG di Seluruh Indonesia Di-Suspend
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Arab Saudi Kena Dampak Konflik Timur Tengah, Drawing Pembagian Grup Piala Asia 2027 Batal Digelar
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Tindak Lanjuti Wawancara Prabowo, Kemhan-TNI Gelar Rakor Bahas Penegakan Hukum
• 19 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.