Liputan6.com, Jakarta - Momen Lebaran dijadikan banyak umat muslim untuk berkumpul dan bercengkrama bersama keluarga. Tetapi tidak dengan Masduki. Buatnya, Lebaran justru menjadi masa panen mengais rezeki. Meski, terpaksa berada jauh dari keluarga tercinta.
Masduki berprofesi sebagai sopir bus Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sudah 15 tahun terakhir, dia tak pernah merayakan Lebaran bersama keluarga demi mencari nafkah.
Advertisement
"Ya, berlebarannya di jalan, pinginnya kalau ada rezeki mah pingin Lebaran sama keluarga gitu kan, tapi ya nyatanya enggak bisalah," kata Masduki kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Masduki terpaksa melawan rasa rindunya itu. Semata-mata demi menghidupi istri dan anak-anak di kampung halaman. Apalagi, pendapatan saat momen Lebaran cukup menggiurkan dibandingkan hari biasa.
"Justru momen-momen Lebaran saat seperti inilah yang kami tunggu-tunggu itu, siapa tahu ada rezeki lebih gitu kan untuk memenuhi kebutuhan orang rumah,” ujar Masduki.
Seingat Masduki, sejak menikah baru beberapa kali dia Lebaran bersama keluarga. Selebihnya, ia harus berlebaran di jalan, mengantarkan pemudik ke kampung halaman.
“Ini sudah berapa puluh kali Lebaran juga enggak pernah bareng keluarga. Selalu di jalan terus itu, memang gitu,” tutur Masduki.
Masduki memiliki tiga putra putri. Saking lamanya hidup di jalan, Masduki kadang tak menyangka anak bungsunya kini berusia empat tahun, sementara si sulung sudah lulus SMA dan akan melanjutkan ke perguruan tinggi.




