Bacaan Niat Puasa Syawal Lengkap: Teks Arab, Latin, dan Terjemahannya

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Setelah merayakan kemenangan di hari raya Idulfitri, umat Islam dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah dengan menunaikan puasa sunnah Syawal selama enam hari. Ibadah ini memiliki keutamaan yang luar biasa, yakni pahalanya setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.
 
Dalam menjalankan puasa Syawal, aspek niat tidak boleh terabaikan karena merupakan kunci keabsahan ibadah. Secara esensi, niat terletak di dalam hati sebagai bentuk pernyataan tujuan untuk berpuasa. Namun, untuk lebih meyakinkan diri dan memantapkan keteguhan hati, jemaah sangat dianjurkan oleh para ulama untuk melafalkan niatnya dengan jelas. Bacaan Niat Puasa Syawal
Niat merupakan syarat sahnya ibadah. Berikut adalah lafal niat puasa sunnah Syawal:
 
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
 
Artinya: "Aku niat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala."
 
Berbeda dengan puasa Ramadan yang niatnya wajib dilakukan pada malam hari (tabyit), puasa sunnah Syawal memiliki kelonggaran. Seseorang diperbolehkan membaca niat di pagi atau siang hari, selama ia belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
 
Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal. Meskipun lebih utama (afdhal) dilakukan secara berturut-turut mulai tanggal 2 Syawal (sehari setelah Idulfitri), namun pelaksanaannya tetap sah jika dilakukan secara terpisah atau selang-seling selama masih berada dalam bulan Syawal.
 

Baca Juga :

Puasa Qada Ramadan atau Sunnah Syawal, Mana yang Harus Didahulukan?

 
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah bolehkah menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa ganti (qadha) Ramadan. Para ulama menyatakan bahwa sangat dianjurkan untuk menyelesaikan utang puasa Ramadan terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa sunnah Syawal. Hal ini dikarenakan ibadah wajib lebih utama untuk didahulukan.
 
Sebagian ulama berpendapat bahwa jika seseorang melakukan qadha puasa di bulan Syawal, ia tetap akan mendapatkan pahala sunnah Syawal secara otomatis, meskipun niat utamanya adalah qadha. Namun, niat yang paling sempurna adalah memisahkan keduanya untuk mendapatkan pahala masing-masing secara utuh.
 
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seolah-olah telah berpuasa sepanjang tahun. Ini merupakan kesempatan emas bagi umat Muslim untuk melipatgandakan pahala setelah bulan suci berakhir.
 
Puasa Syawal adalah jembatan untuk menjaga konsistensi ibadah pasca-Ramadan. Dengan memahami niat dan ketentuannya, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih mantap dan sesuai dengan syariat.
 

(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Deret Fitur di Instagram dan Facebook yang Bikin Anak Kecanduan, Perlu Dibatasi
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menlu Iran Ungkap Kapal dari Negara-negara Ini yang Bisa Lewati Selat Hormuz
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 26 Maret 2026, Cek Lokasi Terdekat!
• 11 jam laludisway.id
thumb
[FULL] TNI Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo soal Revitalisasi Internal-Penegakan Hukum
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Asyik, KUA Siap Layani Ribuan Warga yang Mau Menikah Pasca Lebaran
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.