Kisah Rojali, Penyintas Banjir Aceh Tamiang Bangkit lewat Dapur Umum Baznas

mediaindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita

BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan konsumtif bagi pengungsi banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui program Dapur Umum Hidangan Berkah Ramadan, Baznas melibatkan langsung para penyintas untuk mengelola dapur mandiri sebagai bagian dari pemulihan mental dan pemberdayaan masyarakat di masa darurat.

Salah satunya adalah Muhammad Rojali (44), seorang penyintas yang rumahnya hanyut tak bersisa diterjang banjir bandang pada November lalu. Sejak Januari, ia memilih bergabung menjadi relawan masak di dapur umum Baznas demi membantu warga lain yang bernasib sama.

“Awalnya saya hanya menerima bantuan makanan, tapi saya tergerak hati untuk ikut membantu memasak. Saya merasa tidak enak kalau hanya menerima saja, saya ingin ikut berbuat sesuatu,” ungkap Rojali saat ditemui di tenda pengungsiannya di Desa Lubuk Sidup dalam keterangan, Kamis (26/3/2026).

Baca juga : Banjir Bandang Terjang Bungbulang Garut, Jembatan Ramayan Roboh

Rojali yang kini tinggal di tenda darurat bersama istri dan tiga anaknya juga bercerita dapur umum ini menjadi tumpuan gizi masyarakat di tengah kesulitan ekonomi pascabencana. "Sangat bermanfaat, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Kalau tidak ada program ini, kami kesulitan. Untuk masak daging saja kami belum mampu membeli sendiri, tapi melalui bantuan Baznas, kami bisa makan dengan layak dan bergizi," tambahnya.

Setiap harinya, dapur umum ini mengolah sekitar 50 kilogram beras untuk menyediakan hingga 700 porsi makanan. Uniknya, operasional dapur ini dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat sekitar secara bergantian, mulai dari memasak sayur, ikan, hingga menyiapkan takjil berbuka puasa.

Rojali menyampaikan apresiasi kepada Baznas dan para muzaki yang telah hadir. "Kami sangat berterima kasih kepada Baznas yang telah membantu kami setiap hari melalui dapur umum ini. Bantuan ini sangat memberikan semangat bagi kami para relawan dan penyintas. Semoga BAZNAS terus maju, dan para donatur diberikan keberkahan serta kesehatan karena telah peduli pada nasib kami di pengungsian," ucap Rojali.

Baca juga : Korban Meninggal Banjir Bandang di Buleleng, Bali Bertambah jadi Dua Orang

Sekretaris Utama Baznas RI, Subhan Cholid, menegaskan pelibatan masyarakat dalam dapur umum adalah strategi Baznas untuk memberdayakan masyarakat dan membangun kembali mentalitas warga terdampak bencana.

"Filosofi zakat adalah memberdayakan. Lewat dapur umum ini, Baznas tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga menciptakan ekosistem gotong royong. Kita ingin mustahik terlibat aktif sehingga muncul rasa percaya diri dan kemandirian kolektif di masa pemulihan ini," jelas Subhan.  

Subhan menambahkan, Baznas berkomitmen untuk terus mendampingi para penyintas hingga tahap rehabilitasi. "Kisah Pak Rojali membuktikan  zakat mampu menggerakan orang untuk membantu sesama. Kekuatan solidaritas dan gotong royong inilah yang akan menguatkan Indonesia kembali pascabencana," ujarnya. (Des/I-1)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hujan Sangat Lebat Berpotensi Guyur Jakarta hingga 29 Maret 2026
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Dua Jam Berdiskusi, Bupati Syaharuddin Alrif dan Aksa Mahmud Bahas Rencana Strategis di Sidrap
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Jepang Pertimbangkan Intervensi Pasar Minyak Agar Yen Tak Melemah
• 21 menit lalukumparan.com
thumb
Jadwal Siaran Langsung MotoGP Amerika 2026: Mulai Besok! Menanti Kembalinya Marc Marquez Sebagai Raja COTA
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Gagal Juara Lagi di Brasil, Ducati Akhirnya Sadar Tak Bisa Terus Andalkan Marc Marquez
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.