REPUBLIKA.CO.ID,BARRU — Pemerintah Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, melakukan upaya mediasi kisruh penggunaan aset Masjid Nurut Tajdid di Kompleks BTN Pepabri yang sebelumnya viral terkait dugaan penolakan jamaah Muhammadiyah melaksanakan sholat Idul Fitri 1447 Hijiriyah pada Jumat (20/3/2026).
"Semua pihak diimbau untuk menahan diri serta mengedepankan persatuan, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah, khususnya dalam momentum pasca Ramadhan dan Idul Fitri" kata Sekretaris Daerah Pemkab Barru Abubakar melalui siaran pers yang diterima, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga
Jenderal Penyikat Tambang Ilegal Resmi Jabat Pangdam Cenderawasih
Terjebak di Selatan Lebanon, Delapan Tank Merkava Israel Dihancurkan Rudal Hizbullah dalam Sehari
Korlantas Prediksi Puncak Arus Balik Kedua Terjadi 29 Maret
Rapat mediasi di Ruang Pola Kantor Bupati Barru tersebut menghadirkan semua pihak terkait dari pengurus masjid serta organisasi Muhammadiyah guna mencari jalan keluar berkaitan dengan klaim kepemilikan lahan dan bangunan di masjid setempat agar konflik tidak melebar.
Abubakar menyatakan, para pihak menyepakati persoalan ini akan menempuh jalur hukum untuk menguji keabsahannya. Kedua pihak, baik pengurus masjid maupun pengurus organisasi Muhammadiyah dipersilakan menunjukkan bukti-bukti yang dimiliki melalui lembaga peradilan sesuai ketentuan yang berlaku.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kendati demikian, untuk pelaksanaan ibadah sholat di Masjid Nurut Tajdid tetap berjalan seperti biasa dan tidak ada larangan bagi kedua pihak yang bersengketa. Ia pun mengapresiasi para pihak yang berkomitmen menjaga kondusifitas mengedepankan kenyamanan dan ketertiban.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Barru Ahmad Jamaluddin, dalam pertemuan tersebut, menegaskan bahwa informasi yang sempat beredar di media sosial terkait peristiwa tersebut bahwa Kabupaten Barru daerah intoleran tidak benar.
"Barru adalah daerah yang sangat toleran. Apa yang terjadi beberapa hari lalu hanya miskomunikasi dan kurangnya koordinasi di antara pihak-pihak terkait," tegas dia.
Hal senada disampaikan Ketua Pengurus Masjid Nurut Tajdid BTN Pepabri Suaib Arifin yang menekankan, pentingnya menjaga kebersamaan, serta tidak memperbesar persoalan yang dapat memecah belah masyarakat.