Kasus Alfin di Bogor, Hilang Dua Pekan, Ditemukan Tewas Terkubur

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Setelah dilaporkan hilang selama sekitar dua pekan, Alfin Maksalmina Windian (28) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasadnya terkubur di lubang sedalam tiga meter di kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Pada Rabu (11/3/2026), keluarga Alfin melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke Polres Metro Jakarta Timur. Setelah proses penelusuran, jenazah Alfin ditemukan pada Rabu (25/3/2026). “Jasad korban ditemukan terkubur dengan kedalaman tiga meter,” ujar Kepala Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Alfian Nurrizal, Kamis (26/3/2026).

Jasad Alfin ditemukan oleh jajaran Reserse Mobil (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Alfian menyampaikan, saat ini jasad Alfin telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca JugaPembunuhan di Bantul, Pelaku Ikut Melayat Seusai Membacok Korban

Terkait laporan kehilangan, Alfian mengatakan bahwa kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. “Keluarga sudah mencabut laporan kehilangan dari Polres Metro Jakarta Timur,” ujarnya.

Selain laporan kehilangan, keluarga Alfin juga melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan kendaraan. Kasus tersebut akan tetap ditindaklanjuti. “Perkara itu akan tetap ditangani oleh Unit Ranmor Polres Metro Jakarta Timur,” katanya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Dicky Fertoffan Bachriel menuturkan, pelaku sudah ditangkap dan kini ditangani oleh jajaran Resmob Polda Metro Jaya. “Pelaku sudah dibawa ke Resmob Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Kasus berulang
Kasus pembunuhan yang diakhiri dengan penguburan jasad korban bukan kali ini saja terjadi. Pada Senin, 3 Februari 2025, polisi menemukan sesosok jasad yang tinggal tulang, terkubur di dalam septic tank di kawasan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

Dari hasil penelusuran, jasad tersebut adalah Almaidah, istri tersangka Sunardi. Ia diketahui dibunuh pada tahun 2022, tetapi jasadnya baru ditemukan pada Februari 2025.

Kasus ini terungkap setelah polisi menyelidiki pembunuhan terhadap seorang pegawai koperasi, Sri Pujayanti (22), yang juga dilakukan Sunardi pada Senin 3 Februari 2025.

Baca JugaSunardi, Pembunuh Istri dan Pegawai Koperasi di Bekasi, Bertabiat Buruk dan Pemarah

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi saat itu, Komisaris Onkoseno Grandiarso Sukahar, pada 6 Februari 2025, mengatakan bahwa pada 2022 memang telah ada laporan orang hilang dari keluarga Almaidah.

Keluarga sempat menanyakan keberadaan Almaidah kepada Sunardi. Namun, saat itu Sunardi mengaku tidak tahu. Hingga akhirnya, tiga tahun kemudian, setelah kasus pembunuhan Sri terungkap, Sunardi mengakui bahwa ia juga membunuh istrinya.

“Selama ini dia kerap berdoa di atas septic tank karena memang di dalamnya ada jasad sang istri,” katanya.

Alasan Sunardi membunuh Almaidah adalah karena cemburu, setelah mengetahui korban berselingkuh. Saat ditemukan di septic tank sedalam dua meter di halaman belakang rumah pelaku, jasad korban telah berbentuk kerangka, tetapi pakaiannya masih utuh.

Kasus pembunuhan dengan penguburan jasad juga terjadi di Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Tersangka ZA (35) menyembunyikan jasad korban JS (69) di saluran air, lalu menutupnya dengan batu bata dan semen.

Baca JugaCemburu Jadi Alasan Bian Disiksa hingga Tewas oleh Ibu Tiri 

“Alasan pelaku mengubur jasad korban karena panik,” kata Kepala Polres Metro Jakarta Timur saat itu, Komisaris Besar Nicolas Ary Lilipaly, Kamis 27 Februari 2025.

Adapun motif ZA membunuh JS karena kesal gajinya sebesar Rp900.000 tidak dibayar. Selain itu, pelaku mengaku emosi setelah ditampar korban.

Nicolas menjelaskan, awalnya JS datang ke ruko miliknya di Jalan Pemuda, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, pada 16 Februari 2025. JS kesal karena pekerja yang ditugaskan merenovasi ruko mogok kerja. “Ruko tersebut rencananya akan direnovasi dari kafe menjadi usaha lain,” kata Nicolas.

Setelah tiba di ruko, JS bertemu dengan ZA. ZA ditugaskan oleh rekan-rekannya untuk menjaga ruko selama pekerja lain mogok kerja.

Saat bertemu, ZA menagih gajinya sebesar Rp 900.000 yang belum dibayarkan. Namun, korban menolak. Sebaliknya, korban meminta pelaku menemaninya melapor ke polisi karena banyak peralatan proyek yang hilang. ZA menolak permintaan tersebut.

Kesal karena perintahnya diabaikan, JS menampar dan mendorong ZA. Pada serangan berikutnya, ZA menangkis dan mendorong korban hingga jatuh. “Tidak sampai di situ, karena naik pitam, pelaku memukul kepala korban dengan batu hingga tidak sadarkan diri,” katanya.

Melihat korban tidak berdaya dan terluka, ZA membiarkannya. Dua hari kemudian, setelah memastikan korban telah meninggal, ZA memutuskan menyembunyikan jasad di saluran air dan menutupnya dengan batu bata serta semen.

Pelaku kejahatan kerap melakukan berbagai cara untuk menghilangkan barang bukti.

Sebelumnya, kriminolog dari Universitas Indonesia, Arthur Josias Simon Runturambi, menuturkan bahwa pelaku kejahatan kerap melakukan berbagai cara untuk menghilangkan barang bukti, salah satunya dengan menyembunyikan jasad korban di tempat tertentu.

Upaya tersebut merupakan bentuk kepanikan pelaku. Namun, dalam beberapa kasus, tindakan menyembunyikan jasad juga bisa direncanakan sejak awal. “Namun, terkait motif, semua tergantung dari kasusnya masing-masing,” ujarnya.

Di sisi lain, polisi juga dapat menilai kondisi kejiwaan pelaku. Tidak menutup kemungkinan adanya gangguan kejiwaan. “Namun, memang tidak semua pelaku harus diperiksa. Bisa jadi ini hanya bentuk kepanikan semata,” kata Josias.

Baca JugaPembunuhan Perempuan di Medan, Pelaku Panik Saat Mengangkut Boks Berisi Jenazah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komnas HAM Sebut Pemulihan Aktivis KontraS Andrie Yunus Bisa sampai 2 Tahun
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Klaim Sudah Pertimbangkan Reaksi Publik Saat Jadikan Yaqut Tahanan Rumah
• 47 menit laludetik.com
thumb
IHSG Sesi I Anjlok 1,21 Persen Dibayangi Ketidakpastian Global, Cek 3 Saham Tetap Perkasa
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Libur Lebaran 2026, Kota Tua Jakarta Diserbu Puluhan Ribu Pengunjung
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Bahlil Sebut Ada Kemungkinan Harga Patokan Nikel Naik: Ini terkait Kontribusi ke Negara
• 7 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.