JAKARTA, KOMPAS.TV - Komnas HAM mengungkapkan proses pemulihan aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras diperkirakan membutuhkan waktu sampai 2 tahun.
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin Siagian menuturkan akibat peristiwa tersebut, Andrie mengalami luka bakar akibat zat kimia asam kuat. Hal itu membuat pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu panjang.
"Fokus pemulihan akan dilakukan dalam 6 bulan ini," ujar dia dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).
"Operasi masih akan terus berlanjut dan akan berlangsung 6 bulan sampai 2 tahun ke depan untuk pemulihan 20% luka bakar."
Baca Juga: Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Komnas HAM Dalami Dampak Medis dan Psikologis Korban
Lebih lanjut, ia mengatakan terkait biaya penanganan medis Wakil Koordinator KontraS tersebut.
"Kemudian kami mendapat konfirmasi bahwa pembiayaan Alhamdulillah di-cover oleh NPCA," ucapnya, sebagaimana dilaporkan Jurnalis KompasTV, Jihan Jufry.
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban telah dibuntuti para pelaku sejak di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), pada Kamis (12/3/2026) malam.
"Pada pukul 19.00 (WIB) korban memasuki kantor YLBHI untuk mengikuti kegiatan podcast, selanjutnya termonitor korban keluar kantor YLBHI dan dari kantor YLBHI sudah ada yang mengikuti oleh terduga pelaku, orang tak dikenal," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin, Rabu (18/3/2026).
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- komnas ham
- aktivis kontras
- andrie yunus
- pemulihan kondisi andrie yunus
- kondisi andrie yunus
- kontras





