FAJAR, MAKASSAR– Arus balik Lebaran Idulfitri telah melewati puncak pertamanya. 171.402 kendaraan masuk ke Kota Makassar.Meskipun pemerintah menerapkan Work From Anywhere (WFA) pada Rabu hingga Jumat, 25-27 Maret, namun para pemudik sudah balik ke Kota Makassar.
Ruas jalan sudah mulai memadat dibandingkan pada hari lebaran.Pelaksana tugas (Plt) Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulsel Andy Sanjaya mengatakan, Kemacetan dari arah Maros ke Makassar, dan Jeneponto – Takalar, pada Senin, 23 Maret, diakibatkan adanya peningkatan volume kendaraan yang siginifikan.
Itu sudah diprediksi berdasarkan rencana operasi angkutan lebaran 2026. Periode ini bertepatan dengan prediksi puncak arus balik pertama yang jatuh pada 23-24 Maret. Lokasi seperti dusun bulutana batas Maros – Makassar, poros Panaikang Takalar masuk pemetaan titik rawan kemacetan atau disebut critical points utama.
“Kemacetan dipicu beberapa faktor, aktivitas SPBU, pertemuan arus persimpangan hingga adanya pasar tumpah di jalan nasional,” ujar Andy, diwawancarai di Kantor BPTD Kelas II Sulsel, Rabu, 25 Maret 2026.
Pergerakan kendaraan pada 21-23 Maret terpantau komprehensi melalui tiga simpul jalan raya, terminal, dan pelabuhan. Arus balik kedua sendiri diprediksi pada 28-30 Maret.Andy memaparkan, pada Sabtu, 21 Maret 2026 di Jalan raya volume kendaraan meningkat di UPPKB Maccopa sebanyak 52.322 unit, naik 3 persen dibanding tahun lalu.
Namun, di terminal tipe A, aktivitas bus masih rendah, hanya 2 bus AKAP dan 9 bus AKDP. Di pelabuhan penyeberangan, kedatangan masih sangat minim.
Ini menunjukkan masyarakat masih ada di akvitas lokal setelah lebaran .Pada hari Minggu, 22 Maret, lonjakan kendaraan mulai merata dari berbagai arus lalu lintas. Di UPPKB Maccopa stabil tinggi di angka 52.872 unit. Meski tercatat penurunan 0,7 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
Tren ini selaras di terminal yang mulai bergerak melayani kedatangan 15 AKAP dan 61 AKDP dengan total 1466 penumpang.Di simpul pelabuhan penyeberangan arus kedatangan mulai masuk dengan total 496 penumpang 165 unit kendaraan gabungan roda dua, empat, bus dan kendaraan angkutan barang.
“Di hari Senin awal puncak arus balik data menunjukkan titik tertinggi pergerakan di jalan raya, di UPPKB Maccopa dengan 66.208 kendaraan, naik 19,7 persen. Kenaikan juga di terminal tipe A dengan 1.819 penumpang AKAP dan 4.431 penumpang AKDP,” terangnya.
Di sisi angkutan penyeberangan kedatangan 761 penumpang serta 164 unit motor dan 86 unit mobil.
Data ini mengkonfirmasi bahwa tren kenaikan di jalan raya didominasi kendaraan pribadi berjalan selaras dengan kenaikan bus dan angkutan penyeberangan antar pulau.
“Personel siaga 18 hari penuh menjaga arus mudik dari 13 Maret hingga 30 Maret 2026,” kata Andy.
Andy menjelaskan adanya imbauan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi agar masyarakat menghindari arus balik 25-27 Maret. Itu dimaksudkan agar kepadatan kendaraan terpecah, mengingat ASN bisa WFA pada periode tersebut.
“Ini untuk memberikan fleksibilitas masyarakat agar tidak menumpuk kendaraan pada waktu bersamaan. Sehingga beban jalan terdistribusi dengan merata dan menghindari kemacetan total. Kondisi arus balik kita prediksi ada puncak arus balik kedua,” ulasnya.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sulsel Patarai GS menerangkan, kemacetan banyak terjadi akibat persinggahan yang dilakukan para pemudik di spot-spot kuliner di sepanjang jalan menuju Kota Makassar.
Misalnya penjual Lammang dan Jagung di Jeneponto dan Takalar.Sementara di Maros ada pelambatan karena pemudik yang singgah membeli ole-ole menuju Makassar.
Kendaraan yang parkir di badan jalan membuat kapasitas jalan menjadi lebih sempit.”Kalau kemacetan sih ada beberapa ruas tertentu, tapi tidak lama, paling 5-10 menit kecepatan kendaraan sampai 0 km/jam,” terangnya.
Namun, Patarai menyebut sebagian kepadatan arus di Kota Makassar juga diakibatkan karena Makassar jadi daerah lintasan masyarakat yang masih dalam aktivitas ziarah Lebaran, misalnya dari arah Maros ke wilayah Selatan, maupun dari Jeneponto ke arah Barat Sulsel.
“Ini juga masih perjalanan ziarah, karena Makassar di Jl Toddopuli dan Hertasnning yang biasa macet, belum, hanya melintas saja,” tandasnya. (uca)





