Jakarta (ANTARA) - Jalan Kayu Mas Utara di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur amblas karena kondisi curah hujan yang tinggi sehingga menghambat mobilitas kendaraan dan warga yang hendak melintas sejak hari pertama Lebaran 2026.
"Kejadiannya Sabtu (21/3), jalanan sudah amblas. Kendaraan jadi tidak bisa lewat, warga juga lewat pinggir aja," kata Kasiyah (58), salah satu warga RT 11/RW 03 Pulogadung yang ditemui di Jakarta Timur, Kamis.
Kasiyah mengaku kondisi jalan amblas ini mengganggu mobilitas sehari-hari terutama bagi pengendara mobil. Akibatnya, mereka harus berputar balik dan mencari jalan alternatif.
"Mobil sudah tidak bisa lewat. Orang-orang pada putar balik," ujar Kasiyah.
Saat ini, hanya sepeda motor yang masih bisa melintas secara terbatas di sisi jalan.
Namun, kondisi tersebut tetap dinilai berisiko bagi pengendara karena struktur jalan yang tidak stabil.
"Motor bisa minggir sedikit lewat sini, tapi yang lain sudah tidak bisa. Ngeri juga kalau jalanan amblas seperti ini tetap dilewati," ucap Kasiyah.
Kasiyah mengaku warga setempat semakin khawatir karena kondisi jalan yang sudah amblas semakin rusak dan berbahaya jika tetap dilintasi pengendara motor.
Warga pun berinisiatif menutup area jalan dengan pagar dan tanda pembatas untuk mencegah pengendara melintas dan demi keselamatan bersama.
Selain itu, warga juga telah melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait. Petugas dari Kelurahan Pulo Gadung dan PPSU, kata dia, sudah beberapa kali datang untuk melakukan pengecekan.
“Sudah ada yang datang dari kelurahan, petugas juga datang siang dan malam untuk memantau jalanan," kata Kasiyah.
Meski demikian, hingga kini belum ada perbaikan yang dilakukan. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar lima hari sejak Lebaran.
Warga berharap pemerintah setempat segera bertindak untuk memperbaiki jalan tersebut agar akses kembali normal dan risiko kecelakaan dapat dihindari.
Baca juga: Kementerian PUPR targetkan perbaikan jalan tuntas H-10 lebaran
Baca juga: Bina Marga DKI tambal jalan rusak di Daan Mogot
"Kejadiannya Sabtu (21/3), jalanan sudah amblas. Kendaraan jadi tidak bisa lewat, warga juga lewat pinggir aja," kata Kasiyah (58), salah satu warga RT 11/RW 03 Pulogadung yang ditemui di Jakarta Timur, Kamis.
Kasiyah mengaku kondisi jalan amblas ini mengganggu mobilitas sehari-hari terutama bagi pengendara mobil. Akibatnya, mereka harus berputar balik dan mencari jalan alternatif.
"Mobil sudah tidak bisa lewat. Orang-orang pada putar balik," ujar Kasiyah.
Saat ini, hanya sepeda motor yang masih bisa melintas secara terbatas di sisi jalan.
Namun, kondisi tersebut tetap dinilai berisiko bagi pengendara karena struktur jalan yang tidak stabil.
"Motor bisa minggir sedikit lewat sini, tapi yang lain sudah tidak bisa. Ngeri juga kalau jalanan amblas seperti ini tetap dilewati," ucap Kasiyah.
Kasiyah mengaku warga setempat semakin khawatir karena kondisi jalan yang sudah amblas semakin rusak dan berbahaya jika tetap dilintasi pengendara motor.
Warga pun berinisiatif menutup area jalan dengan pagar dan tanda pembatas untuk mencegah pengendara melintas dan demi keselamatan bersama.
Selain itu, warga juga telah melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait. Petugas dari Kelurahan Pulo Gadung dan PPSU, kata dia, sudah beberapa kali datang untuk melakukan pengecekan.
“Sudah ada yang datang dari kelurahan, petugas juga datang siang dan malam untuk memantau jalanan," kata Kasiyah.
Meski demikian, hingga kini belum ada perbaikan yang dilakukan. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar lima hari sejak Lebaran.
Warga berharap pemerintah setempat segera bertindak untuk memperbaiki jalan tersebut agar akses kembali normal dan risiko kecelakaan dapat dihindari.
Baca juga: Kementerian PUPR targetkan perbaikan jalan tuntas H-10 lebaran
Baca juga: Bina Marga DKI tambal jalan rusak di Daan Mogot





