GOIANIA, FAJAR – Keberhasilan Veda Ega Pratama meraih podium ketiga di Moto3 Brasil 2026 ternyata bukan sekadar faktor keberuntungan. Data catatan waktu lap (lap time) menunjukkan bahwa pembalap muda asal Gunungkidul ini merupakan pembalap dengan kecepatan murni (pure pace) terbaik kedua di lintasan Sirkuit Ayrton Senna. Apa rahasianya?
Dalam balapan bagian kedua yang berlangsung setelah insiden Red Flag, Veda Ega Pratama yang membela Honda Team Asia mencatatkan waktu terbaik 1:26,552. Catatan ini menempatkannya sebagai pembalap tercepat kedua dari total 19 pembalap yang finis. Hanya terpaut tipis dari Marco Morelli (CFMoto Aspar Team) yang memimpin dengan 1:26,252.
Dominasi di Tengah Kepungan Motor KTM
Pencapaian Veda terbilang luar biasa mengingat ia memacu Honda NSF250RW di tengah dominasi motor-motor berbasis KTM (CFMoto, GasGas, Husqvarna) yang dikenal memiliki keunggulan akselerasi di kelas Moto3.
Veda berhasil mengungguli nama-nama besar seperti Maximo Quiles dan Valentin Perrone. Bahkan, ia menjadi satu-satunya pembalap pengguna mesin Honda di jajaran lima besar pencetak waktu tercepat, membuktikan bahwa kemampuan cornering speed Veda mampu menutupi celah performa mesin.
Mengapa Veda Begitu Cepat di Brasil?
Berdasarkan data lap tercepat Moto3 Brasil 2026 (Bagian 2), terdapat beberapa poin penting:
1. Adaptasi Instan Pasca Red Flag
Balapan Moto3 seringkali berubah drastis setelah penghentian sementara (Red Flag). Veda menunjukkan kematangan mental dengan langsung menekan sejak lap pertama dimulai kembali. Catatan 1:26,552 miliknya menunjukkan bahwa ia menemukan limit motor lebih cepat dibandingkan pembalap berpengalaman lainnya.
2. Efisiensi di Sektor Teknis
Sirkuit Ayrton Senna di Goiania memiliki karakter teknis dengan tikungan yang mengalir. Keberhasilan Veda mencatatkan waktu lebih tajam dari Maximo Quiles (1:26,589) dan Alvaro Carpe (1:26,684) menandakan Veda sangat kuat di titik pengereman (late braking) dan memiliki line balap yang sangat efisien.
Pembalap Asia Terbaik
Data ini juga mempertegas dominasi Veda di level regional. Ia unggul jauh dari pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang mencatatkan waktu terbaik 1:26,841 (selisih +0,289 detik) dan rekan setimnya sendiri, Zen Mitani, yang tertahan di angka 1:27,442.
Masa Depan Cerah di Moto3
Dengan status sebagai debutan (rookie), statistik ini menjadi sinyal bahaya bagi para pesaingnya di seri-seri Eropa mendatang. Jika Veda mampu mempertahankan konsistensi kecepatan murni ini, podium di Brasil diprediksi hanyalah awal dari kemenangan-kemenangan berikutnya bagi Indonesia di kancah dunia. (*)
CATATAN LAP TERCEPAT BALAPAN MOTO3 BRASIL 2026
Balapan bagian 2 (Setelah Red Flag)
- Marco Morelli (CFMoto Aspar Team-KTM) 1:26,252
- Veda Ega Pratama (Honda Team Asia-Honda) 1:26,552
- Maximo Quiles (CFMoto Aspar Team-KTM) 1:26,589
- Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3-KTM) 1:26,672
- Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo-KTM) 1:26,684
- Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse-Honda) 1:26,773
- Hakim Danish (AEON Credit MT Helmets MSI-KTM) 1:26,841
- Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo-KTM) 1:26,899
- Joel Kelso (GRYD MLav Racing-Honda) 1:26,904
- Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3-KTM) 1:26,918
- Guido Pini (Leopard Racing-Honda) 1:26,960
- Ryusei Yamanaka (AEON Credit MT Helmets MSI-KTM) 1:26,961
- Adrian Fernandez (Leopard Racing-Honda) 1:26,99
- Adrian Cruces (CIP Green Power-KTM) 1:27,153
- Eddie O’Shea (GRYD MLav Racing-Honda) 1:27,274
- Zen Mitani (Honda Team Asia-Honda) 1:27,442
- Nicola Carraro (Rivacold Snipers Team-Honda) 1:27,583
- Ruche Moodley (CODE Motorsport-KTM) 1:27,728
- Cormac Buchanan (CODE Motorsport-KTM) 1:28,135





