Iran Tolak Rencana Gencatan Senjata yang Disusun AS, Keluarkan Usulan Sendiri

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Seorang perempuan memberi hormat sambil menyanyikan lagu kebangsaan sementara wanita lain memegang foto Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei ketika warga pro-pemerintah berkumpul di sebuah alun-alun di Teheran, Iran, Rabu, 25 Maret 2026. (Sumber: AP Photo/Vahid Salemi)

TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran menolak usulan yang diajukan Amerika Serikat untuk menghentikan sementara perang di Timur Tengah. Iran kemudian mengeluarkan usulan gencatan senjata sendiri yang mereka pandang lebih adil, Rabu (25/3/2026). 

Dua pejabat dari Pakistan menjelaskan proposal AS yang secara umum terdiri dari 15 poin. Proposal tersebut membahas mengenai pencabutan sanksi, permintaan agar Iran mengurangi program nuklir mereka, membatasi rudal, dan membuka kembali Selat Hormuz yang biasanya menjadi jalur perdagangan seperlima minyak dunia.

Rencana tersebut ditolak oleh Iran. Kemudian Iran mengeluarkan rencananya sendiri melalui televisi pemerintah, yang mencakup penghentian pembunuhan terhadap para pejabatnya, ganti rugi atas perang, pengakhiran permusuhan, dan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.

“Belum ada negosiasi yang terjadi dengan musuh hingga saat ini, dan kami tidak berencana untuk melakukan negosiasi apa pun,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi seperti dikutip dari The Associated Press.

Baca Juga: Trump: Iran Sedang Negosiasi Kesepakatan Damai, tapi Takut Mengakui

Sementara itu, jumlah korban tewas akibat perang telah meningkat menjadi lebih dari 1.500 orang di Iran, hampir 1.100 orang di Lebanon, 16 orang di Israel, dan 13 anggota militer AS, serta sejumlah warga sipil di darat dan laut di wilayah Teluk. Selain itu, jutaan orang di Lebanon dan Iran telah mengungsi.

Serangan Udara Berat Dilaporkan Terjadi di Sekitar Isfahan

Para aktivis di Iran melaporkan serangan udara berat terjadi pada Kamis pagi di sekitar Isfahan. Isfahan merupakan sebuah kota yang terletak sekitar 330 kilometer sebelah selatan ibu kota Iran, Teheran.

Surat kabar pro-reformasi Ham Mihan melaporkan secara daring tentang serangan di daerah tersebut.

Isfahan adalah rumah bagi pangkalan udara utama Iran dan situs militer lainnya, serta salah satu situs nuklir yang dibom oleh Amerika Serikat selama perang 12 hari antara Israel dan Iran pada bulan Juni.

Kantor berita semi-resmi Fars, yang dekat dengan Garda Revolusi paramiliter, menggambarkan serangan tersebut sebagai serangan yang menargetkan dua daerah pemukiman, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : The Associated Press

Tag
  • gencatan senjata
  • perang iran
  • usulan gencatan senjata
  • korban perang
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diaspora Indonesia Dapat Pengakuan Resmi di Parlemen New York dalam Indonesian Community Day 2026
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Mobil Ioniq 5 Dibobol Maling Modus Pecah Kaca di Serpong, iPhone Digasak
• 4 jam laludetik.com
thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 1 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kerap Terendam Banjir, Tanggul Kali Angke di Jakarta Barat Ambruk Menimpa Rumah
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
TNI Bangun Jembatan Garuda dan Gentengisasi di Jakarta Utara
• 20 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.