BRIN Kembangkan Kemasan Ramah Lingkungan Berlapis Minyak Nabati, Solusi Gantikan Plastik

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi kemasan makan kertas. BRIN mengembangkan metode pembuatan kemasan berbasis kertas yang dilapisi minyak nabati, sebagai alternatif yang lebih aman sekaligus ramah lingkungan dibandingkan plastik. (Sumber: Envato/Rawpixel)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kemasan makanan dan minuman yang tampak aman ternyata menyimpan potensi risiko tersembunyi. 

Di balik lapisan tahan air dan minyak yang selama ini diandalkan industri, terdapat ancaman migrasi bahan kimia hingga partikel mikroplastik ke dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Kondisi ini mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menghadirkan terobosan baru. 

Baca Juga: ULM Gandeng Kementan dan BRIN Kembangkan Riset Pertanian untuk Dukung Swasembada Pangan

Melalui riset terkini, BRIN mengembangkan metode pembuatan kemasan berbasis kertas yang dilapisi minyak nabati, sebagai alternatif yang lebih aman sekaligus ramah lingkungan dibandingkan plastik.

Plastik Masih Dominan, Risiko Mengintai

Selama ini, industri kemasan masih mengandalkan plastik, terutama jenis polyethylene, sebagai bahan pelapis. 

Fungsinya krusial, yakni mencegah air dan minyak meresap ke dalam kemasan berbahan kertas atau karton.

Namun, penggunaan plastik bukan tanpa konsekuensi. Bahan aditif dalam plastik berpotensi bermigrasi ke dalam makanan dan minuman. 

Selain itu, partikel mikroplastik juga dapat ikut terkontaminasi dan masuk ke tubuh manusia.

Tak hanya berdampak pada kesehatan, limbah plastik dari kemasan juga menjadi persoalan lingkungan.

Baca Juga: Peneliti BRIN Minta Pemerintah Lebih Tegas Sikapi Perang AS-Israel di Iran

Sifatnya yang sulit didaur ulang dan tidak mudah terurai membuat plastik berkontribusi besar terhadap pencemaran jangka panjang.

Inovasi Pelapis dari Minyak Nabati

Menjawab tantangan tersebut, BRIN mengembangkan metode pelapisan kertas menggunakan minyak nabati.

Pendekatan ini dirancang untuk menghasilkan kemasan yang tetap memiliki sifat tahan air dan minyak, namun lebih aman bagi konsumen.

Selain itu, kemasan berbasis minyak nabati ini juga diharapkan dapat didaur ulang dengan lebih mudah serta memiliki tingkat biodegradabilitas yang lebih tinggi dibandingkan plastik konvensional.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • BRIN
  • kemasan ramah lingkungan
  • kemasan minyak nabati
  • pengganti plastik
  • kemasan makanan sehat
  • mikroplastik
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kesadaran Investasi Emas Meningkat, THR Bisa Jadi Modal Aset Masa Depan
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Arus Balik Lebaran 2026, Manfaatkan Diskon Tol 30% pada 26–27 Maret
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Vale Kantongi Kredit Bergulir USD 500 Juta, Percepat Penyelesaian Proyek Nikel
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 10 jam lalumediaapakabar.com
thumb
PGRI Apresiasi Pemerintah Tetap Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka
• 21 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.