FAJAR, JAKARTA – Persaingan di bawah mistar gawang Timnas Indonesia memanas jelang FIFA Series 2026. Dua nama yang paling disorot, Emil Audero dan Maarten Paes, sama-sama punya peluang besar menjadi pilihan utama pelatih John Herdman.
Dalam skuad terbaru, Herdman memang memanggil empat penjaga gawang: Emil Audero, Maarten Paes, Nadeo Argawinata, dan Cahya Supriadi. Namun, persaingan utama diprediksi mengerucut pada Emil dan Paes, yang sama-sama merumput di Eropa.
Emil saat ini bermain untuk US Cremonese di Serie A, sementara Paes memperkuat Ajax di Eredivisie. Pengalaman di level kompetisi Eropa membuat keduanya unggul dalam hal jam terbang dan kualitas permainan.
Jelang laga melawan Saint Kitts and Nevis national football team, Herdman memastikan bahwa seluruh pemain telah dibekali pemahaman taktik, bahkan sebelum memasuki pemusatan latihan.
“Para pemain sudah menerima informasi mengenai sistem dan taktik sebelum masuk ke training camp,” ujarnya.
Dari sisi statistik, Emil Audero tampil lebih konsisten sepanjang musim 2025–2026. Kiper kelahiran Mataram itu telah mencatatkan 27 penampilan bersama Cremonese di semua kompetisi, dengan kebobolan 37 gol dan sembilan clean sheet.
Tak hanya itu, Emil juga menunjukkan refleks luar biasa dengan total 102 penyelamatan di ajang liga dan piala domestik. Salah satu performa terbaiknya terjadi saat menghadapi Hellas Verona, di mana ia mencatatkan sembilan saves dalam satu pertandingan dan meraih rating tinggi 8,8.
Sementara itu, Maarten Paes menjalani musim yang lebih menantang. Ia sempat mengalami cedera hamstring saat masih membela FC Dallas, sebelum akhirnya pindah ke Ajax pada bursa transfer musim dingin.
Sejak bergabung dengan klub raksasa Belanda tersebut, Paes telah tampil dalam lima pertandingan. Dari jumlah itu, ia kebobolan lima gol dan mencatatkan dua clean sheet.
Meski jumlah penampilannya lebih sedikit, Paes tetap menunjukkan kualitas dengan total 16 penyelamatan. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi saat menghadapi NEC Nijmegen, di mana ia mencatatkan tujuh saves dan membantu timnya meraih hasil imbang 1-1.
Perbandingan statistik ini memperlihatkan dua profil kiper dengan karakter berbeda. Emil unggul dalam konsistensi dan jumlah menit bermain, sementara Paes menawarkan potensi dengan performa yang terus berkembang bersama klub barunya.
Kini, keputusan ada di tangan John Herdman. Siapa yang akan dipercaya menjadi tembok terakhir Timnas Indonesia di laga krusial FIFA Series 2026 akan segera terjawab di atas lapangan. (*)





