Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham BRPT, ANTM dan ASII Bayangi Pergerakan

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (26/3/2026) seiring dengan meningkatnya sentimen kehati-hatian pelaku pasar terhadap dinamika global.  Saham BRPT, ANTM, ASII terpantau memimpin pelemahan.

Berdasarkan data IDX Mobile, Indeks Bisnis-27 ditutup terkoreksi 11,31 basis point atau 2,23% di level 494,80. Sepanjang perdagangan hari ini, Indeks bergerak di kisaran 494,25 hingga 506,68.

Terpantau sebanyak 19 saham konstituen memerah, 7 saham konstituen memerah, dan sisanya 1 saham konstituen stagnan.

Pelemahan indeks dipicu oleh tekanan pada sejumlah saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang turun sebesar 6,41% ke level Rp1.315,saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turun 5,31% ke level Rp214, saham PT Astra International Tbk. (ASII) turun 5,30% ke level Rp6.250.

Selanjutnya saham PT Aneka Tambang (persero) Tbk. (ANTM) yang juga melemah sebesar 5,25% ke level Rp3.430, dan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) turun 4,64% ke level Rp1.130.

Sebaliknya sejumlah saham konstituen yang menahan laju pelemahan lebih lanjut dan mengalami penguatan adalah saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) naik 8,26% ke level Rp2.490, disusul saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 4,57% ke level Rp1.830, dan saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) naik 2,58% ke level Rp9.950.

Baca Juga

  • Saham DSNG, ASII, hingga TLKM Ambrol ke Zona Merah, Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah
  • Indeks Bisnis-27 Ditutup Naik 3,13% Saham ASII, TLKM, ADRO Pimpin Penguatan
  • Indeks Bsinis-27 Dibuka Menguat, Saham AMRT, ASII, hingga BRPT Naik ke Zona Hijau

Berikutnya saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) juga naik 1,63% ke level Rp 1.875, dan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) menguat tipis 0,83% ke level Rp6.075.

Tim riset Phintraco Sekuritas mengatakan sentimen global datang dari upaya Amerika Serikat atau AS dalam menurunkan ketegangan konflik dengan Iran. Dilaporkan AS telah menyampaikan proposal perdamaian kepada Iran, melalui Pakistan, yang diantaranya meliputi pembatasan ketat program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Meskipun tidak jelas apakah proposal tersebut telah sampai di kalangan pejabat Iran dan apakah Israel akan mendukung rencana AS tersebut.

Dari domestik, Menteri Keuangan Purbaya menyatakan bahwa langkah efisiensi di berbagai kementerian untuk memangkas pengeluaran yang tidak mendesak, dapat menghemat pengeluaran negara sekitar Rp80 triliun.

Selain itu Badan Gizi Nasional mengusulkan pengurangan frekuensi distribusi makan harian sebagai langkah efisiensi, berpotensi menghemat sekitar Rp40 triliun. Namun hal ini masih bersifat usulan dan akan segera diajukan kepada Presiden Prabowo untuk keputusan final. 

Hingga saat ini Pemerintah RI tengah mengkaji sejumlah langkah untuk meredam dampak kenaikan harga minyak mentah dunia, yaitu antara lain dengan strategi ketahanan fiskal dengan memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan optimalisasi pajak dan PNBP dari sektor komoditas. Selain itu Pemerintah juga mengkaji strategi penghematan dan konsumsi energi dengan opsi penerapan WFH dan pembatasan belanja kementerian. 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Putri KW Dinilai Masih Terkendala Konsistensi
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Kemenhan Ikut Hemat BBM, Operasional Pertahanan Terus Berjalan
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jadwal Lengkap Semifinal Playoff Piala Dunia 2026
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Jalan Licin, Kendaraan Tak Kuat Menanjak saat Masuk Kapal di Pelabuhan Bakauheni
• 58 menit laluidxchannel.com
thumb
Fokus Amankan Arus Balik, Polri Kelola 42 Persen Pemudik yang Belum Kembali ke Jakarta
• 19 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.