Kemenhan Ikut Hemat BBM, Operasional Pertahanan Terus Berjalan

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyatakan operasional pertahanan nasional tetap terjaga meski mereka menerapkan kebijakan efisiensi bahan bakar minyak (BBM). Presiden Prabowo Subianto menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau WFH selama satu hari setiap pekan.

Langkah tersebut dilakukan setelah Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur bagi 20% kebutuhan BBM dunia. "Kebijakan ini diambil sekarang sebagai langkah antisipatif dan kehati-hatian, bukan karena kondisi darurat. Bagi kami, prinsipnya adalah memastikan dukungan kebutuhan operasional strategis tetap terjaga," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan resmi, Rabu (25/3).

Rico menyampaikan penghematan BBM di Kemenhan untuk menghadapi dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi harga energi. Karena itu, pertimbangan utama kebijakan penghematan energi adalah perkembangan konflik di kawasan Eropa dan Asia Barat.

Walau demikian, Rico belum dapat memastikan jangka waktu kebijakan penghematan BBM di sektor pertahanan. "Jangka waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan evaluasi situasi dan kebutuhan ke depan," katanya.

Harga minyak dunia berada di bawah US$68 per barel sebelum konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat dimulai pada Sabtu (28/2). Perang tersebut sempat mengangkat harga minyak dunia ke atas US$100 per barel saat konflik dimulai.

Harga minyak dunia turun akibat laporan adanya upaya diplomatik Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang dengan Iran pada Rabu (25/3). Harga minyak menurun meski pada saat yang sama AS juga mengirimkan pasukan tambahan ke kawasan Timur Tengah.

Harga minyak Brent turun 4,3% menjadi US$99,99 per barel pada pagi ini. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate turun 4,1% menjadi US$88,61 per barel.

AS sedang mengupayakan gencatan senjata selama satu bulan. Negara yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump ini telah mengirimkan 15 poin rencana kepada Iran untuk mengakhiri perang tersebut.

“Trump tampaknya sedang mengupayakan negosiasi serius dengan Iran, sambil tetap membuka berbagai kemungkinan,” kata peneliti senior di Program Timur Tengah di Center for Strategic and International Studies, Will Todman, dikutip dari Bloomberg, Rabu (25/3).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Klaim APBN Kuat Tahan Gejolak Minyak: Harga BBM Subsidi Tak Naik!
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026
• 9 jam lalubola.com
thumb
7 Cara Agar Berat Badan Tetap Stabil Usai Libur Lebaran
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Serah Terima Jabatan Kabais TNI Dilakukan di Tengah Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Berawal dari Hobi Masak dan Traveling, Yummy Craft Terus Berkembang Berkat Pemberdayaan BRI
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.