Polri Tutup Operasi Ketupat 2026, 42 Persen Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Kepolisian Negara Republik Indonesia menutup Operasi Ketupat 2026 pada Rabu (25/3/3036) tengah malam. Hingga operasi ditutup, masih ada sekitar 42 persen kendaraan yang belum kembali ke Jakarta.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Ketupat 2026 Brigadir Jenderal (Pol) Tjahyono Saputro dalam keterangan pers, Kamis (26/3/2026), menyampaikan, Polri secara resmi menutup Operasi Ketupat 2026 pada 25 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Penutupan itu dituangkan ke dalam Surat Telegram Kapolri Nomor STR/688/III/OPS.1.1./2026.

Artinya, masih terdapat sekitar 42,29 persen arus balik yang diprediksi terjadi pada gelombang kedua tanggal 28 hingga 29 Maret 2026.

Menurut Tjahyono, secara umum pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran tahun 2026 berjalan aman, tertib, dan terkendali. ”Secara umum arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan terkendali meskipun terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Berdasarkan data hingga 25 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, total kendaraan yang keluar Jakarta mencapai 2.521.125 unit atau 72 persen dari proyeksi 3,5 juta kendaraan. Sementara itu, kendaraan yang kembali ke Jakarta tercatat sebanyak 1.958.838 unit atau 57,71 persen dari proyeksi 3,4 juta kendaraan.

”Artinya, masih terdapat sekitar 42,29 persen arus balik yang diprediksi terjadi pada gelombang kedua tanggal 28 hingga 29 Maret 2026,” kata Tjahyono.

Untuk mengantisipasi masih adanya kendaraan yang belum kembali ke Jakarta, Polri akan melanjutkan dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). KRYD tersebut akan dijalankan sampai 29 Maret 2026.

Baca JugaKepadatan Kendaraan Berkurang, ”One Way” di Tol Dihentikan

Puncak arus mudik tercatat terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026 dengan jumlah 270.315 unit kendaraan keluar Jakarta, meningkat 4,62 persen dibandingkan pada tahun 2025. Jumlah itu menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Sementara puncak arus balik terjadi pada 24 hingga 25 Maret 2026 dengan 256.338 kendaraan atau meningkat sekitar 14,68 persen.

Menurut Tjahyono, kelancaran arus lalu lintas tidak terlepas dari strategi rekayasa lalu lintas yang dilakukan secara dinamis dan berbasis parameter, seperti penerapan rekayasa lalu lintas lawan arus bertahap, satu arah lokal, hingga satu arah nasional baik pada arus mudik maupun arus balik.

Selain itu, pemanfaatan tol fungsional seperti tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan ruas Sadang–Deltamas–Setu dan Bocimi ruas Parungkuda–Karangtengah dinilai terbukti efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama.

Dari sisi keamanan dan keselamatan, Polri mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 5,75 persen serta penurunan angka fatalitas korban meninggal dunia hingga 30,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, Tjahyono tidak menyebut jumlah kejadian kecelakaan beserta jumlah korban.

Baca JugaPantura, Jalur Legendaris yang Tak Lekang Dimakan Usia

Tjahyono mengimbau kepada masyarakat yang hendak kembali ke Jakarta untuk memanfaatkan diskon tarif tol pada 26 dan 27 Maret 2026 serta kebijakan bekerja dari mana saja (WFA). Meski kini pengamanan arus balik dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026, kepolisian akan tetap hadir dan siaga melalui KRYD hingga seluruh rangkaian arus balik Lebaran 2026 selesai.

Secara terpisah, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A Purwantono menegaskan, pemberlakuan Surat Keputusan Bersama (SKB) Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Kakorlantas Polri dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Tanggal 5 Februari 2026 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447H dilakukan agar perjalanan masyarakat dengan aman, nyaman dan berkeselamatan. SKB tersebut mengatur pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga atau lebih pada periode 13-29 Maret 2026.

"Dengan tingginya volume lalu lintas yang melalui jalan tol pada periode libur Idul Fitri, tujuan pemberlakuan SKB adalah untuk mengutamakan aspek keselamatan dalam perjalanan masyarakat," ujar Rivan.

Berdasarkan SKB tersebut, masih ada angkutan barang yang diizinkan melintas antara lain, pengangkut muatan Bahan Bakar Minyak/Bahan Bakar Gas, barang pokok, hewan ternak, pupuk, dan bantuan korban bencana alam. Untuk dapat melintas, kendaraan harus memiliki surat muatan dan dokumen kontrak antara pemilik barang dengan pengusaha angkutan.

Kepatuhan terhadap ketentuan pembatasan operasional angkutan barang selama periode Lebaran menjadi kunci dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan perjalanan masyarakat.

Menurut Rivan, pelanggaran terhadap ketentuan SKB oleh angkutan barang, khususnya truk dengan sumbu tiga atau lebih, yang masih melintas di jalan tol pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran dan keselamatan lalu lintas. Sebab, keberadaan kendaraan berat di tengah tingginya volume kendaraan pribadi berpotensi menjadi salah satu pemicu kepadatan, terutama apabila mengalami gangguan di titik-titik rawan kepadatan.

Di sisi lain, sambung Rivan, tingginya jumlah angkutan barang membawa muatan melebihi kapasitas (over load over dimension) yang melintas, terutama saat kondisi cuaca hujan dengan intensitas tinggi, dapat mempercepat penurunan kualitas perkerasan jalan. Beban berlebih yang tidak sesuai dengan ketentuan secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan seperti deformasi hingga timbulnya lubang pada permukaan jalan.

Baca JugaKe Jakarta Aku Kan Kembali…

Oleh karena itu, kata Rivan, kepatuhan terhadap ketentuan pembatasan operasional angkutan barang selama periode Lebaran menjadi kunci dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan perjalanan masyarakat. Ia pun memastikan, Jasa Marga bekerjasama dengan kepolisan dan Kementerian Perhubungan untuk terus melakukan penertiban di lokasi-lokasi yang sudah disepakati bersama untuk mengalihkan perjalanan truk keluar dari jalan tol pada periode lebaran 2026 ini.

"Jasa Marga juga terus menjaga keseimbangan kecepatan rata-rata kendaraan karena ketika kecepatan rata-rata menurun secara signifikan, kondisi tersebut berpotensi pada kepadatan lalu lintas yang lebih besar," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rencana Perdamaian AS-Iran Dorong Bitcoin Melesat di Atas USD71 Ribu
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 10 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Puluhan Tahun Jadi Perokok, Daniel Radcliffe Akhirnya Berhenti Demi Sang Anak
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Suami di Makassar Lapor Istri ke Polisi, Diduga Jual Bayi Sejak Dalam Kandungan
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Purbaya: Indonesia Belum Darurat Energi, APBN Masih Tahan Tekanan Harga
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.