IHSG Ditutup Turun 138 Poin Dihantam Profit Taking di Tengah Ketidakpastian AS-Iran

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperpanjang penurunan hingga penutupan perdagangan Kamis, 26 Maret 2026. IHSG melemah 1,89 persen atau 138,03 poin menjadi 7.164,09.

Berdasarkan pantauan VIVA melalui Stockbit, IHSG bergerak dalam rentang area 7.323 sampai titik terendah intraday di posisi 7.154. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 32,35 triliun dengan total perdagangan sebanyak 1,73 juta transaksi.

Baca Juga :
IHSG Sesi I Anjlok 1,21 Persen Dibayangi Ketidakpastian Global, Cek 3 Saham Tetap Perkasa
Krisis Membayangi, Ini 10 Cara Hemat Energi dalam Kehidupan Sehari-hari yang Bisa Diterapkan Mulai Sekarang

Sektor energi mengalami pukulan keras, yakni terkoreksi sebesar 2,91 persen. Sedangkan, sektor transportasi menjadi satu-satunya yang mencatat kenaikan sebesar 2,96 persen. 

Penurunan lain dicetak sektor industri sebesar 2,79 persen, sektor konsumer siklikal turun 2,30 persen, sektor bahan baku tergerus 2,27 persen dan sektor infrastruktur kehilangan 1,63 persen. Kemudian sektor teknologi melemah 1,20 persen, sektor kesehatan menyusut 0,76 persen, sektor keuangan melemah 0,64 persen, sektor properti anjlok 0,54 persen dan sektor konsumer non-siklikal turun 0,18 persen.

"Pelemahan IHSG antara lain disebabkan oleh profit taking di tengah ketidakpastian adanya negosiasi untuk gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Kamis, 26 Maret 2026.

Ilustrasi IHSG
Photo :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

AS mengatakan perundingan telah berlangsung, sebaliknya Iran membantah adanya interaksi langsung dengan AS. Sedangan, Iran menyatakan tidak berniat melakukan negosiasi dengan AS dan menambahkan bahwa pertukaran proposal antara kedua negara melalui mediator bukan berarti telah terjadi negosiasi. 

Secara teknikal, Tim Analis Phintraco Sskuritas menilai meskipun IHSG ditutup melemah namun histogram negatif MACD berlanjut menyempit dan Stochastic RSI mengarah di pivot area. IHSG masih  bertahan di atas MA5.

Adapun sejumlah emiten berhasil membukukan kenaikan saat IHSG terkoreksi. Berikut tiga top gainers di jajaran 45 saham unggulan (LQ45).

Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Saham JPFA melonjak 8,26 persen atau 190 poin dan ditutup pada level 2.490.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Saham MEDC naik 4,57 persen atau 80 poin menjadi 1.830.

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)

Saham INKP melejit 2,58 persen atau 250 poin hingga menembus area 9.950. 

Baca Juga :
IHSG Menguat Tembus 7.199 Ditopang Lonjakan Pesat Sektor Energi
Filipina Umumkan Darurat Nasional Energi Imbas Konflik di Timur Tengah
Uni Eropa Dukung Trump Tunda Serangan ke Infrastruktur Energi Iran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kabais TNI Mundur, Koalisi Sipil Pertanyakan Pertanggungjawaban Pidananya!
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Banjir di Brebes: Arus Balik Purwokerto ke Jakarta Sempat Lumpuh, Mobil Terendam
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Saat Transportasi Umum Belum Menjadi Tumpuan Mudik Lebaran
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Tanggapan Marshanda soal Sienna Pilih Lepas Hijab dan Cat Rambut Jadi Merah
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Korlantas Prediksi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua 29 Maret, One Way Disiapkan
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.