Mengenal Al Ghazal, Penyair Andalusia yang Menjalankan Misi Diplomatik ke Tengah Bangsa Viking

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, Sejarah mencatat sosok unik dari Andalusia bernama Yahya ibn Hakam al-Ghazal, seorang penyair istana yang bukan hanya piawai merangkai kata, tetapi juga lihai menjalankan misi diplomatik lintas peradaban—dari Konstantinopel hingga ke wilayah bangsa Viking di utara Eropa.

Kisahnya diabadikan oleh sejarawan Cordoba, Ibnu Hayyan, yang menuturkan bahwa Al-Ghazal awalnya enggan menerima tugas sebagai utusan dari amir Andalusia, Abdurrahman II. Penolakan halus itu justru membuatnya dicap sebagai pribadi yang keras kepala, bahkan kurang ajar. 

Baca Juga
  • Dua Anak Harimau Benggala Mati di Kebun Binatang Bandung, Ini Penjelasan Dokter
  • 80 Ribu Suporter Ditunggu di GBK! Dukung Timnas di FIFA Series
  • Herdman Janjikan Wajah Baru Timnas: Lebih Dinamis, Adaptif, dan Bermental Juara

Di balik sikap nyentriknya, Al-Ghazal dikenal cerdas, tampan, dan memiliki kemampuan satire yang tajam. Julukan “Al-Ghazal” sendiri berarti “kijang”, merujuk pada pesona dan kelincahannya dalam berbicara."Ia memiliki berbagai macam kebijaksanaan. Dia berpura-pura bodoh ketika berbicara, dan dia lucu, bersemangat, dan selalu tenang dalam ekspresinya," tulis Ibnu Hayyan dikutip dari Aramcowolrd, Kamis (26/3/2026).

Pada 834 M, Al-Ghazal akhirnya berangkat ke Konstantinopel untuk menjalin aliansi politik. Di sana, ia menghadapi ujian pertama saat bertemu Kaisar Theophilos. Sang kaisar sengaja membuat pintu masuk istana sangat rendah agar tamunya tampak seperti berlutut. Namun Al-Ghazal mengakalinya dengan masuk sambil membelakangi pintu, lalu berbalik tegak setelah masuk. Tindakan cerdas ini membuat istana terkesan, termasuk Permaisuri Theodora.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Bahkan, dalam sebuah kisah yang terkenal, Al-Ghazal terang-terangan memuji kecantikan sang ratu dengan gaya puitis—sesuatu yang berani dalam etika diplomasi kala itu.

Sebelum misi besar itu, Al-Ghazal sempat terlibat konflik dengan musisi legendaris Persia, Ziryab, yang membuatnya diasingkan ke Baghdad. Di sana, ia bertemu penyair besar Abu Nawas, yang turut memperkaya kemampuan sastranya.

Peta wilayah kekuasaan Bani Nashr, pemuka Taifa Granada abad ke-13 hingga 15. Granada adalah daulah Islam terakhir di Andalusia (Spanyol kini). - (dok wiki)

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UMKM Terjepit Perang Global: Harga Naik, Daya Beli Turun, Siapa Peduli?
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Antre Berhari-hari di Pelabuhan Lampung Selatan, Sopir Truk Nyaris Bentrok
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Update Penanganan Aktivis KontraS Andrie Yunus Korban Air Keras: RSCM Lakukan Cangkok Kulit dan Prosedur Iskemia Mata
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Imbas Akui Dapat Intensif Rp6 Juta Per Hari, Dapur MBG Hendrik Irawan Ditutup
• 2 jam lalucumicumi.com
thumb
Emiten Pupuk Delta Giri (DGWG) Raih Pendapatan Rp4,15 triliun
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.