REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta. Hingga Ahad (29/3/2026), wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu diperkirakan akan dilanda hujan dengan intensitas lebat dan sangat lebat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan masyarakat harus meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi cuaca esktrem. Salah satunya adalah menyiapkan perlengkapan dasar seperti payung dan jas hujan, serta tas siaga bencana.
Baca Juga
BMKG Prakirakan Jakarta Diguyur Hujan Ringan Sepanjang Kamis
Hujan Deras Picu Banjir di Pasuruan, Ratusan Rumah Terendam
Iran Hujani Israel dengan Rudal, Klaim Negosiasi Trump Dibantah Teheran
"Masyarakat diimbau selalu waspada dan siaga untuk menghadapi dampak dari cuaca ekstrem," kata dia melalui keterangannya, Kamis (26/3/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menegaskan seluruh jajaran SDA telah berada dalam kesiapsiagaan penuh. Ia memastikan, seluruh perangkat pengendalian banjir dapat berfungsi optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi hujan intensitas tinggi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Mitigasi banjir adalah kerja kolaboratif yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan infrastruktur,” kata dia.
Ia menjelaskan, penyiagaan sarana dan prasarana pengendali banjir terus dilakukan, meliputi pompa stasioner, pompa mobile, hingga pintu air agar dapat bekerja maksimal, baik pada fase prabanjir maupun saat penanganan banjir berlangsung. Berdasarkan data hingga 13 Maret 2026, terdapat 668 unit pompa stasioner yang tersebar di 243 lokasi. Selain itu, tersedia 537 unit pompa mobile yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta.
"Pompa mobile difungsikan untuk menjangkau titik genangan yang tidak dapat dilayani pompa stasioner," kata dia.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)