Wanita di Cengkareng Tewas Ditusuk Pacar, Sempat Dirawat 6 Hari

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wanita berinisial SV (26) tewas ditusuk kekasihnya sendiri di Cengkareng, Jakarta Barat.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Parman Gultom menyebutkan, insiden penusukan terjadi pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

"Kami mendapat informasi itu dari warga yang melaporkan ada penusukan. Nah, kami langsung ke sana ke TKP atas informasi tersebut, kami selidiki ternyata pacarnya yang melakukan tindakan itu," kata Gultom kepada Kompas.com, Kamis.

Usai mengantongi informasi tersebut, polisi menangkap pelaku berinisial SLG (24) di rumahnya tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

"Setelah kejadian penusukan, (langsung) kita kejar dan lakukan penangkapan," ucap Gultom. 

Gultom menjelaskan, pelaku menusuk SV di bagian leher menggunakan pisau dapur.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku nekat melakukan aksinya karena masalah ekonomi.

"Dari informasi yang kita dalami itu motifnya ekonomi. Masalah ekonomi. Artinya mungkin masalah keuanganlah mungkin, jadi bukan karena cemburu seperti info awalnya bukan," ujarnya.

Usai kejadian, SV langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Sebenarnya sih waktu kejadian itu enggak langsung meninggal dunia, sempat mendapatkan perawatan di RSUD. Jadi sempat menjalani perawatan dari tanggal 20 (Maret)," ucapnya.

Baca juga: Motif Wanita Muda Pilih Istana Presiden untuk Lokasi Bunuh Diri Belum Diketahui

Namun, luka parah di leher menyebabkan kondisi korban terus menurun. Setelah enam hari dirawat, nyawa SV tak tertolong.

Korban dinyatakan meninggal dunia di RSUD Cengkareng pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Polisi hingga kini masih terus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku. Sebab, saat terakhir diperiksa, pelaku sedang dalam kondisi yang tidak stabil.

"Pelaku masih kayak stres gitu, jadi pemeriksaannya masih belum selesai, masih akan dilanjutkan," tutup Gultom. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementerian PKP Akan Kucurkan Rp22,6 Miliar untuk Tata Kawasan Permukiman Kumuh di Samosir
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Harus Dilanjutkan meski Kabais TNI Mundur
• 9 jam lalukompas.com
thumb
John Herdman Optimistis, Elkan Baggott Siap Beri Performa Terbaik di FIFA Series | KOMPAS PETANG
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 45 menit lalumediaapakabar.com
thumb
Sopir Dikeroyok Usai Senggolan dengan Taksi di Pantai Kuta: Pelaku Positif Sabu
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.