BEKASI, KOMPAS.com – Lonjakan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Bekasi selama momen Lebaran 2026 disebut sebagai bagian dari prosedur medis, bukan akibat keterlambatan pelayanan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan, lamanya penanganan pasien di IGD merupakan proses observasi awal sebelum pasien dipindahkan ke ruang perawatan.
“Lama di IGD itu bukan berarti dihambat. Di IGD itu diobservasi dan ditampung dulu. Bukannya dia ditelantarkan,” ujar Asep saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).
Menurut dia, pasien yang datang ke IGD harus menjalani serangkaian pemeriksaan, seperti CT scan, rontgen, hingga pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi medis secara menyeluruh.
“Dibanding langsung ke ruangan yang notabene-nya kita khawatir terjadi apa-apa, makanya langsung ditampung sementara di IGD,” kata dia.
Baca juga: Pasien IGD RSUD Kabupaten Bekasi Melonjak Saat Lebaran, Mayoritas Kelelahan
Pemkab Bekasi Rencanakan Sistem KlasterAsep mengungkapkan, pihaknya telah berdiskusi dengan Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, terkait kebutuhan pengembangan fasilitas rumah sakit.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah perluasan ruang pelayanan dengan sistem klaster berdasarkan jenis penyakit guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
“Untuk ke depannya kami ingin diadakan klaster. Misalnya penyakit infeksi menular satu gedung, penyakit internis satu gedung, bedah satu gedung. Jadi tidak bercampur ruangannya,” ujar Asep.
Rencana tersebut muncul setelah Asep melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Kabupaten Bekasi pada Rabu (25/3/2026).
Baca juga: IGD RSUD Kabupaten Bekasi Membludak Saat Lebaran, Plt Bupati Siapkan Perluasan
Dalam kunjungan itu, ia menemukan sejumlah fasilitas yang dinilai sudah tidak layak.
Beberapa ruangan bahkan dilaporkan mengalami kebocoran dan tidak dapat digunakan karena berisiko membahayakan.
“Nah ini PR kami ke depannya terkait anggaran,” kata dia.
Asep menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan memprioritaskan peningkatan fasilitas rumah sakit karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
“Insya Allah kami siap. Karena ini menyangkut pelayanan kesehatan dan nyawa. Jadi ini kami prioritaskan ke depannya,” ujarnya.
Baca juga: Mudik Pakai Perahu Kayu ke Bekasi: Bebas Macet, Murah, tapi Penuh Risiko
Lonjakan Hanya Terjadi di IGDSebelumnya, Direktur RSUD Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti menyampaikan bahwa lonjakan pasien selama Lebaran 2026 hanya terjadi di layanan IGD.
“Lonjakan hanya terjadi di IGD. Rawat inap dan rawat jalan tidak ada laporan meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keluhan pasien cukup beragam, mulai dari sesak napas, penyakit jantung, kecelakaan, gangguan pencernaan, hingga demam akibat kelelahan.
“Ada yang sesak asma, jantung, kecelakaan, keluhan di pencernaan, dan rata-rata demam karena kelelahan, serta ada yang salah makan,” kata Sri.
Meski sempat mengalami lonjakan, kondisi pelayanan di RSUD Kabupaten Bekasi kini berangsur stabil dan tetap berjalan normal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




