Purbaya Bingung 'Akusisi' PNM Masih Tertunda: Bosnya Setuju tapi Enggak Dijalankan

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kebingungannya karena rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari BPI Danantara menjadi di bawah naungan Kementerian Keuangan masih tertunda hingga kini.

Purbaya menyebutkan bahwa secara prinsip, pimpinan Danantara telah menyetujui rencana pelepasan eks anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) tersebut. Kendati demikian, restu dari pimpinan tersebut belum tereksekusi di lapangan.

"Kalau di sana [Danantara], di atas katanya sudah setuju. Di bawahnya saya tidak tahu. Sepertinya sana juga kayak birokrasi kan, BUMN, memang lambat. Bosnya bilang iya, tapi tidak dijalankan," ujarnya di Kantor Kemenkeu, dikutip Kamis (26/3/2026).

Meski eksekusinya berjalan lambat, bendahara negara itu menegaskan bahwa proses pengambilalihan tersebut masih terus diproses. Ke depan, Purbaya ingin menjadikan PNM sebagai penyalur utama Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Langkah tersebut, sambungnya, diambil demi memastikan fungsi pengawasan berjalan optimal. Sebelumnya, dalam rapat bersama Komisi XI DPR pada awal Februari lalu, Purbaya sempat mengeluhkan kucuran subsidi kredit dari APBN kepada BRI kerap tidak jelas hasil akhirnya.

Dengan menarik PNM langsung ke bawah kendali Kementerian Keuangan, Purbaya meyakini pemerintah akan memiliki daya tekan yang lebih kuat terhadap manajemen penyalur kredit.

Baca Juga

  • Cerita Ibu Eka Menguatkan Sesama Hingga Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
  • Purbaya Klaim Prabowo Restui Rencana Ambil Alih PNM dari Danantara
  • PNM dan Jurnalis Berbagi Kebahagiaan untuk Panti Disabilitas saat Ramadan

"Daripada saya pusing-pusing memeriksa bank lain bagaimana kerjanya. Kalau di bawah saya, saya bisa pecat. Kalau tidak dijalankan, kita pecat langsung," ungkapnya.

Purbaya menyinggung inefisiensi alokasi dana subsidi bunga yang digelontorkan pemerintah. Dia mencatat APBN harus menanggung beban subsidi bunga hingga Rp40 triliun setiap tahunnya yang seolah 'menguap' tanpa kejelasan.

Jika skema tersebut diubah dan dana ditempatkan langsung di bawah institusi yang dikelola otoritas fiskal maka Purbaya memproyeksikan akan ada pembentukan modal yang masif.

"Saya kasih uang bunga subsidi Rp40 triliun setiap tahun, hilang. Kalau saya kasih di situ bergulir, lima tahun sudah punya Rp200 triliun, sudah jadi bank besar dia. Kalau bank besar, saya apain? Saya kan nanti akan convert ke... Nantilah," paparnya, menahan diri untuk merinci lebih jauh rencana konversi lembaga tersebut.

Adapun, terkait target waktu penyelesaian proses akuisisi PNM dari Danantara, mantan ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanan itu meyakini prosesnya tidak akan berlarut-larut. Dia optimistis realisasi pemindahan tersebut dapat dieksekusi penuh pada tahun ini.

"Harusnya ada [potensi rampung tahun ini]," tutup Purbaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KCIC Imbau Penumpang Whoosh Gunakan KA Feeder pada Arus Balik Lebaran
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bahlil Beri Sinyal Relaksasi Target Produksi Batu Bara dan Nikel Tahun Ini
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Kabais TNI Mundur, Koalisi Sipil Pertanyakan Pertanggungjawaban Pidananya!
• 8 jam laluokezone.com
thumb
BBWS Cimancis siapkan pompa surya guna antisipasi dampak kemarau 2026
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
1,9 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Jasa Marga Imbau Manfaatkan Diskon Tarif Tol 30 Persen
• 7 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.