Jalan Kayu Mas Utara Pulogadung Amblas, Akses Kendaraan Ditutup

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan Kayu Mas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, tepatnya di samping Kali Sunter, amblas pada Sabtu (21/3/2026) dan hingga kini belum dapat dilintasi kendaraan.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (26/3/2026), badan jalan terlihat retak dan miring.

Kondisi tersebut membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas.

Warga setempat pun memasang penghalang di ujung jalan untuk mencegah kendaraan masuk ke area berbahaya.

Meski demikian, pejalan kaki masih diperbolehkan melintas dengan tetap berhati-hati.

Baca juga: Viral Mobil Dinas Pelat B Dipakai Mudik, Pemprov DKI: Bukan Aset Kami

Diduga, amblesnya jalan dipicu oleh terkikisnya dinding penahan tanah di sisi Kali Sunter akibat curah hujan tinggi yang meningkatkan debit air.

Kasiyah (58), warga RT 11/RW 03 Pulogadung, mengatakan kerusakan jalan sudah terlihat sejak pagi hari, namun semakin parah pada sore hingga malam hari.

"Sejak Sabtu 21 Maret 2026 paginya itu masih bisa buat lewat mobil sama odong-odong, sama motor masih bisa lewat. Terus sore udah mulai retak, nah menjelang malam dilihat-lihat itu amblas, sudah nggak bisa ini. Terus ditandai dikasih batas itu," ucap Kasiyah saat ditemui, Kamis.

Ia juga menyebut kondisi bagian bawah jalan sudah berlubang sebelum akhirnya amblas.

"Bawahnya di ambles udah lubang-lubang itu udah pada bolong-bolong. Sekarang udah, itu kan amblas kan rubuh kan, hujan kemarin itu deras tuh," ungkapnya.

Baca juga: Tanggul Kali Angke Ambruk Diduga Akibat Erosi dan Bangunan Liar

Akibat kejadian ini, pengendara yang biasa melintasi Jalan Kayu Mas Utara harus mencari jalur alternatif karena akses tersebut tidak lagi dapat digunakan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kasiyah menambahkan, sejumlah warga telah mengeluhkan kondisi tersebut karena perbaikan belum dilakukan secara maksimal.

"Ada, yang datang ke kelurahan, yang baju biru, baju oren malam juga pada datang, siang tadi juga pada datang semua tuh ngecek," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi III DPR Bakal RDPU Bahas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Ustaz SAM
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Arus Balik Transportasi Kereta Api Daop 8 Surabaya Masih Tinggi
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Deschamps pastikan Mbappe bisa jadi starter lawan Brasil
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
BSI (BRIS) Bidik 10 Juta Pengguna Mobile Banking Tahun Ini
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Laba Emiten RS Hermina (HEAL) Turun 19% di 2025 Meski Pendapatan Naik, Ini Pemicunya
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.