Dukung Pembatalan PJJ, Reni Astuti: Pembelajaran Tatap Muka Paling Optimal

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Reni Astuti Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS menyatakan dukungannya terhadap keputusan Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang membatalkan wacana Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), pada Rabu (25/3/2026).

Dia menegaskan, setiap kebijakan di sektor pendidikan harus disusun secara matang dan tidak tergesa-gesa. Hal itu disampaikannya merespons wacana pembelajaran daring yang sempat digulirkan Pemerintah.

Dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026), Reni menekankan pentingnya kajian komprehensif berbasis data sebelum mengambil keputusan strategis di bidang pendidikan. Menurutnya, kebijakan yang terburu-buru berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi peserta didik.

“Dalam membuat kebjikan, dalam hal ini sektor pendidikan, kita tidak boleh mengambil keputusan secara terburu-buru. Semua kebijakan harus melalui kajian yang mendalam agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi siswa,” ujar Reni dalam keterangannya.

Dia menilai, hingga saat ini pembelajaran tatap muka masih menjadi metode paling optimal dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, interaksi langsung antara guru dan siswa memiliki peran penting, tidak hanya dalam pemahaman materi, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan perkembangan sosial peserta didik.

“Sekolah tatap muka tetap menjadi pilihan terbaik saat ini, karena memberikan pengalaman belajar yang lebih utuh, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter,” jelasnya.

Meski demikian, Reni tidak menutup pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan. Dia menegaskan, inovasi tetap diperlukan, namun harus diterapkan secara terukur dan tidak mengorbankan kualitas pembelajaran.

Reni juga mendorong Pemerintah untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tenaga pendidik, orang tua, hingga pakar pendidikan dalam proses perumusan kebijakan.

“Tujuan utama pendidikan adalah mencetak generasi yang unggul. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus benar-benar matang dan berorientasi pada masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Selain itu, dalam konteks penghematan energi yang menjadi isu nasional, Reni mengingatkan Pemerintah cermat menentukan sektor yang relevan untuk penerapan kebijakan work from home (WFH). Sehingga tidak mengganggu aktivitas penting termasuk di sektor pendidikan. (bil/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
El Nino Belum Tentu Bikin Produksi Pangan Seret, Asal RI Lakukan Ini
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PSBM XXVI 2026: Jejaring Saudagar Makassar Dorong Ekonomi Nasional
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
SOFA Beralih ke Bisnis EBT, Perdagangan Furnitur Anak Usaha Disorot Bursa
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Jumlah Penumpang Whoosh Naik 11,3 Persen Selama Angkutan Lebaran 2026
• 9 jam lalumatamata.com
thumb
Dunia Kena, Bahlil Yakinkan Bisa Jaga Pasokan Hingga Harga BBM Cs RI
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.