Staf Khusus Wakil Presiden (Stafsus Wapres), Tina Talisa, mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (25/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi Idul Fitri sekaligus mempererat hubungan kebangsaan.
Tina yang hadir dengan kebaya putih dan bawahan batik mengatakan, kunjungan tersebut mewakili jajaran Staf Khusus Wakil Presiden yang datang untuk bersilaturahmi langsung dengan Jokowi. Seperti diketahui, Gibran memiliki empat stafsus yaitu Tina Talisa, Achmad Adhitya, Nico Harjanto dan Suwardi. Namun dalam pertemuan itu, hanya Tina dan Suwardi yang bisa bersilaturahmi ke Solo.
“Alhamdulillah, hari ini kami mewakili staf khusus wakil presiden, ada Pak Suwardi, senior kami dan juga saya, hadir silaturahmi kepada presiden ketujuh, Bapak Jokowi,” ujar Tina usai pertemuan tersebut.
Menurut Tina, pertemuan berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Selain bersilaturahmi, mereka juga menyampaikan ucapan maaf lahir dan batin dalam momentum Idulfitri.
“Dan tadi kami menyampaikan permohonan maaf lahir batin, silaturahmi Idul Fitri,” kata dia.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga menyampaikan sejumlah pesan penting terkait kondisi kebangsaan. Salah satu yang ditekankan adalah pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah dinamika nasional.
“Pesan beliau, kita sama-sama terus jaga persatuan, kerukunan, dan mudah-mudahan kita semua selalu dalam keadaan sehat lahir batin, itu yang paling penting,” ujar Tina yang merupakan eks presenter TV peraih Panasonic Gobel Award 2012.
Sebagai penutup, finalis Putri Indonesia 2003 ini juga mengungkapkan ada diskusi mengenai perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan dengan Jokowi. Proyek tersebut sebelumnya dipastikan oleh Presiden Prabowo Subianto akan dilanjutkan bahkan dipercepat. Pemerintah menunjukkan komitmen keberlanjutan pembangunan tersebut melalui penganggaran Rp48,8 triliun untuk 2025-2029.
Baca Juga: Prabowo Terima Kunjungan SBY dan Jokowi
Tina menegaskan, semangat persatuan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan program-program strategis pemerintah, termasuk pembangunan IKN yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa.
“Tadi saya juga diskusi soal IKN dengan Pak Jokowi. Saya terakhir ke IKN itu 21 Januari 2026 sebagai tindak lanjut arahan Pak Wapres untuk mendorong agar kami dari Sekretariat Wakil Presiden secara bergiliran dan bergantian berkantor dalam kawasan IKN. Langkah ini juga menegaskan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia,” tutup Mojang Jawa Barat 2002 ini.





