Apple menjadwalkan peluncuran Apple Business pada 14 April 2026 secara gratis, di lebih dari 200 negara dan wilayah.
Apple Business dirancang sebagai platform all in one membantu perusahaan dari berbagai skala, mulai dari usaha kecil hingga skala besar, menjalankan operasional secara lebih efisien dan aman.
Dengan pendekatan terintegrasi, Apple menyatukan berbagai layanan bisnisnya yang sebelumnya terpisah, ke dalam satu ekosistem yang lebih sederhana dan mudah digunakan.
“Apple Business adalah lompatan besar yang signifikan dalam komitmen kami selama puluhan tahun, untuk membantu perusahaan dalam berbagai ukuran memanfaatkan keandalan produk dan layanan Apple, untuk menjalankan dan mengembangkan bisnisnya,” tutur Susan Prescott, Vice President of Education and Enterprise Marketing Apple, dikutip pada Kamis (26/3/2026).
Pengaturan Perangkat Lebih Mudah dengan MDM dan Blueprints
Salah satu fitur utama Apple Business adalah manajemen perangkat seluler (mobile device management/MDM) bawaan, yang memungkinkan perusahaan mengonfigurasi kelompok karyawan, mengatur perangkat, aplikasi, dan keamanan secara terpusat.
Fitur ini dirancang untuk memudahkan tim IT, bahkan bagi usaha kecil yang tidak memiliki departemen IT khusus.
Apple juga menghadirkan Blueprints, fitur baru yang memungkinkan perangkat langsung dikonfigurasi dengan pengaturan dan aplikasi tertentu sebelum digunakan.
Dengan sistem ini, karyawan dapat langsung menggunakan perangkat sejak pertama kali dinyalakan tanpa perlu pengaturan manual.
Selain itu, Apple Business menyediakan opsi tambahan seperti peningkatan kapasitas penyimpanan iCloud dan dukungan AppleCare+ untuk Bisnis.
Tersedia pula aplikasi pendamping Apple Business yang memudahkan karyawan menginstal aplikasi kerja, mengakses kontak rekan kerja, hingga meminta dukungan saat berada di luar kantor.
Data Aman dan Karyawan Lebih Terorganisir
Apple Business juga menghadirkan sistem Akun Apple Terkelola yang memisahkan data kerja dan data pribadi secara kriptografis, sehingga keamanan perusahaan tetap terjaga tanpa mengorbankan privasi karyawan.
Akun ini dapat dibuat secara otomatis untuk karyawan baru melalui integrasi dengan berbagai penyedia identitas, seperti Google Workspace dan Microsoft Entra ID.
Dari sisi manajemen organisasi, perusahaan dapat mengelompokkan pengguna berdasarkan tim atau fungsi, untuk mempermudah distribusi aplikasi dan penentuan peran.
Untuk mendukung skala besar, Apple juga menghadirkan API Admin yang memungkinkan perusahaan mengelola perangkat, pengguna, hingga data audit secara lebih fleksibel dan terintegrasi.
Komunikasi Kerja Lebih Praktis dan Profesional
Apple Business juga memperkuat aspek komunikasi dan kolaborasi, dengan menghadirkan layanan email, kalender, dan direktori yang terintegrasi.
Pelaku usaha dapat menggunakan nama domain sendiri, atau membeli domain baru langsung melalui platform ini.
Fitur ini dirancang untuk membantu perusahaan membangun identitas profesional, sekaligus menyederhanakan operasional internal.
Tersedia pula fitur seperti delegasi kalender dan direktori perusahaan, untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi antar tim.
Atur Profil Bisnis dan Lokasi dalam Satu Tempat
Apple Business juga menghadirkan fitur manajemen merek dan lokasi, yang kini terintegrasi dalam satu platform, memungkinkan perusahaan mengelola profil bisnis seperti nama, logo, serta informasi penting secara konsisten di berbagai layanan Apple seperti Maps, Wallet, dan lainnya.
Melalui kartu lokasi, bisnis dapat menampilkan detail seperti foto, alamat, jam operasional, dan informasi lainnya, yang akan ditampilkan di Peta Apple, Safari, Spotlight, dan lainnya.
Baca Juga: Buka Sumber Pendapatan Baru, Apple Maps Mulai Tampilkan Iklan
Peluncuran Apple Business akan menggantikan layanan sebelumnya seperti Apple Business Connect, Apple Business Essentials, dan Apple Business Manager.
Seluruh data akan dimigrasikan otomatis, dan pengguna Essentials tidak lagi dikenakan biaya bulanan. (*)





