Pantau - Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan solar belum mengalami kenaikan di tengah krisis energi global.
Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah terus mengupayakan solusi terbaik agar kondisi masyarakat tetap terlindungi meskipun tekanan global meningkat.
"Saya dengan Menteri Keuangan sekarang terus menerus untuk mencari solusi yang terbaik. Sekalipun krisis, tetapi tetap kami perhatian keadaan rakyat," ungkapnya saat sidak di Jawa Tengah yang dipantau secara daring dari Kementerian ESDM Jakarta.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan untuk menaikkan harga BBM subsidi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Harga sampai sekarang belum ada kenaikan. Kami belum menaikkan harga. Semalam, arahan Pak Presiden adalah mencari akal bagaimana agar kami jangan memberatkan rakyat, untuk BBM subsidi," ujarnya.
Stok Energi Nasional Masih AmanPemerintah melaporkan stok energi nasional yang mencakup bensin, solar, dan LPG masih dalam kondisi aman sehingga pasokan untuk masyarakat tetap terjaga.
Selain itu, pemerintah mengimbau masyarakat agar menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan penimbunan BBM demi menjaga stabilitas distribusi.
Dampak Konflik Global terhadap EnergiKrisis energi global saat ini dipicu meningkatnya konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada rantai pasok energi dunia.
Ketegangan meningkat sejak serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.340 orang termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke berbagai wilayah termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Situasi semakin memanas setelah Iran mengambil alih kendali Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi minyak dunia, yang sebagian besar pasokan energi negara-negara Asia melewati kawasan tersebut.




