JAKARTA — Tuntutan kerugian negara dalam bentuk potential loss (potensi kerugian) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) memiliki nilai strategis dalam penegakan hukum. Pendekatan ini penting untuk melindungi keuangan negara dari risiko kerugian yang lebih besar.
Demikian dikatakan pakar hukum sekaligus Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Hamzah Halim, dikutip Rabu (25/3/2026).
Menurut Hamzah, Jaksa dapat bertindak lebih dini terhadap perbuatan koruptif sebelum kerugian benar-benar terjadi. Konsep potential loss, lanjutnya, memungkinkan penegak hukum tidak perlu menunggu kerugian negara terealisasi secara nyata.
“Artinya negara tidak harus menunggu sampai uang negara benar-benar hilang. Cukup dibuktikan bahwa perbuatan tersebut secara nyata berpotensi merugikan negara,” ujarnya.




