Eropa: Pertaruhan Takhta dan Nama Besar Di Piala Dunia

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews - Swedia 

 Swedia Mencari Celah Tanpa Alexander Isak

Jalan terjal menuju Piala Dunia 2026 dimulai Kamis ini atau Jumat  27 Maret 2026 dini waktu Indonesia.

 Empat tiket tersisa bagi wakil Eropa menjadi rebutan dalam drama play-off yang mempertemukan raksasa terluka dan kuda hitam yang lapar.

Kutukan 12 Tahun Gli Azzurri

Italia berada di tepi jurang sejarah kelam. Sudah 12 tahun lamanya Gli Azzurri absen dari panggung tertinggi sepak bola dunia. 

Di bawah komando Gennaro Gattuso, mereka harus melewati hadangan Irlandia Utara di Bergamo untuk menghapus memori "apokaliptik" kegagalan masa lalu.

Gattuso, sang veteran juara 2006, kini memikul beban berat.

 "Dahulu, runner-up terbaik langsung lolos. Sekarang, aturan berubah," keluhnya. yang dikutip BBC Sport.

Jika terpeleset di tangan anak asuh Michael O'Neill, rezim Gattuso diprediksi akan berakhir lebih prematur.

Reuni Potter dan Ambisi Swedia

Di sisi lain, Graham Potter kembali ke tanah yang membesarkan namanya dengan misi penyelamatan. 

Swedia, yang bertabur bintang seperti Viktor Gyokeres dan Anthony Elanga, justru harus berjuang lewat jalur Nations League setelah terpuruk di kualifikasi reguler.

Tanpa Alexander Isak yang masih dibekap cedera, Potter harus membuktikan tajinya di Valencia saat menghadapi Ukraina.

 Belum meraih kemenangan

 sejak menjabat, laga ini menjadi pembuktian apakah magis Potter saat membawa Ostersunds berjaya masih tersisa, atau justru tenggelam dalam tekanan.

Sementara itu bagi Robert Lewandowski, ini adalah babak final dari simfoni panjangnya bersama Polandia. 

Di usia 37 tahun, sang predator Barcelona mengincar penampilan ketiga di Piala Dunia. Menghadapi Albania yang sedang naik daun, Polandia mengandalkan catatan tak terkalahkan dalam enam laga terakhir.

Pemenang dari laga ini dipastikan akan menghadapi jalur maut melawan Swedia atau Ukraina. 

Bagi Lewandowski, satu gol di Qatar 2022 tentu belum cukup untuk menutup karier internasionalnya yang legendaris.

Harapan Britania di Cardiff

Wales, di bawah asuhan Craig Bellamy, berambisi mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Dunia

 berturut-turut. Menghadapi Bosnia-Herzegovina di Cardiff City Stadium, Bellamy sadar lawan mereka adalah "monster yang berbeda". 

Jika menang, Wales berpeluang menghadapi Irlandia Utara dalam duel klasik Britania di partai final

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usaha Bangkit, Anak Sekolah: Dampak Nyata Program Sosial Pemerintah
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Tips Mengurangi Efek Kafein Tanpa Menghentikan Kebiasaan Minum Kopi
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Babak Baru OJK: Friderica Siapkan Gebrakan, Transparansi hingga Likuiditas
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kapolri Instruksikan Kawal Arus Mudik-Balik Lebaran, Angka Fatalitas Kecelakaan Turun 30,41
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Arus Balik Lebaran di Bandara Sam Ratulangi Diprediksi Masih Meningkat
• 3 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.