TANGERANG, KOMPAS.com - Sebuah rumah di Cluster Graha Rahmania, Jalan Masjid As Sobirin, Sudimara Pinang, Kota Tangerang, dibobol maling saat seluruh penghuninya keluar membeli sarapan, Minggu (22/3/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.18 WIB dan sempat viral di media sosial setelah diunggah akun @info_ciledug.
Adik pemilik rumah, Idris (25), mengatakan saat kejadian rumah dalam kondisi kosong karena seluruh penghuni keluar membeli makanan.
"Kondisi rumah lagi kosong, pada keluar beli makan ke depan. Jadi semuanya keluar, sekitar tujuh sampai delapan orang," ujar Idris saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (26/3/2026).
Saat rumah kosong, pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor Yamaha Nmax berwarna hitam tanpa pelat nomor.
Baca juga: Pintu Tak Dikunci, 3 HP Warga Pondok Aren Raib Digasak Maling
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Info Ciledug (@info_ciledug)
Pelaku kemudian memarkirkan kendaraannya di depan rumah dan masuk dengan cara membobol jendela.
“Masuknya lewat jendela, tralisnya itu dibuka pakai obeng sama dia,” kata Idris.
Pelaku diduga berada di dalam rumah selama sekitar satu jam dan mengumpulkan sejumlah barang berharga.
Saat beraksi, pelaku tetap mengenakan helm, diduga untuk menyamarkan identitas dari kamera pengawas (CCTV).
Sekitar pukul 08.00 WIB, pemilik rumah kembali dan mulai curiga setelah melihat seorang pria tak dikenal berada di depan rumah melalui pantauan CCTV di ponsel.
Baca juga: Viral Pencurian Sarung Rp 2,1 Juta di Kembangan, Pelaku Beraksi Saat Malam Takbiran
Korban kemudian mendatangi rumah dan memergoki pelaku yang hendak melarikan diri.
“Pas balik itu sempat papasan. Abang ipar saya sempat tarik-tarikan tas sama pelaku, tapi orangnya berhasil kabur dan tasnya berhasil diambil sama abang ipar saya,” jelas Idris.
Tas yang berhasil diamankan tersebut berisi satu laptop, lima ponsel (tiga Android dan dua iPhone), tablet, jam tangan, serta uang tunai dari THR anak korban.
Namun, pelaku tetap berhasil membawa kabur satu kotak berisi perhiasan emas dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
Perhiasan yang hilang meliputi satu kalung, satu liontin, 13 cincin, delapan gelang, dan satu pasang anting.