Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kisah hidup Sri Murni (50) menjadi potret nyata bagaimana program pemberdayaan sosial mampu mengubah kehidupan seseorang.
Setelah ditinggal wafat sang suami beberapa tahun lalu, Sri Murni sempat berada di titik terendah. Namun, ia memilih bangkit melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial.
Perjalanannya dimulai saat ia tinggal sementara di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi. Di tempat tersebut, Sri Murni mengikuti berbagai pelatihan keterampilan sebagai bekal untuk hidup mandiri. Dari sekian banyak pelatihan, ia memantapkan pilihan pada usaha laundry.
"Sebenarnya dulu sudah pernah usaha kecil-kecilan, tapi belum berkembang. Di sini saya belajar lagi dan lebih fokus ke laundry," kata Sri dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kementerian Sosial, pada Kamis, 26 Maret 2026.
Tidak hanya pelatihan, Sri Murni juga mendapat bantuan peralatan usaha seperti mesin cuci dan setrika uap. Bantuan tersebut menjadi modal penting saat ia memulai kembali usahanya.
Seiring waktu, Sri Murni kembali menemukan kebahagiaan. Ia menikah dengan seorang pria asal Lampung dan memutuskan merantau mengikuti sang suami. Berbekal keterampilan dan bantuan dari pemerintah, ia mulai merintis usaha laundry di kampung halaman suaminya.
Usaha yang dibangun dari nol itu tidak langsung berjalan mulus. Sri Murni memulai dengan peralatan sederhana dan promosi dari mulut ke mulut. Namun, berkat ketekunan, usahanya perlahan berkembang.
Kini, Sri Murni telah memiliki kios laundry di lokasi strategis, dekat pasar dan lingkungan pesantren. Pelanggannya terus bertambah, mulai dari warga sekitar hingga para pekerja dan penghuni kos.
"Alhamdulillah sekarang sudah bisa mencapai Rp150 ribu per hari. Semoga ke depan bisa buka cabang lagi," ujarnya.
Dalam sehari, ia mampu menangani puluhan kilogram cucian. Penghasilan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membayar sewa kios. Usahanya pun kini dijalankan bersama sang suami.
Lebaran tahun ini menjadi momen istimewa bagi Sri Murni. Jika sebelumnya ia menjalani hari-hari di rusun, kini ia dapat merayakan Idulfitri di tempat usahanya sendiri, hasil dari kerja keras yang ia bangun perlahan.
Kemudian, ia pun menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah.
"Terima kasih buat Pak Presiden Prabowo atas bantuannya. Dengan mesin cuci ini, usaha saya bisa berkembang," ungkapnya.
Kisah Sri Murni menjadi bukti bahwa melalui program pemberdayaan seperti ATENSI, masyarakat memiliki peluang untuk bangkit dan mandiri. Dari balik suara mesin cuci yang terus berputar, tersimpan harapan baru dan semangat untuk kehidupan yang lebih baik.
Editor: Redaksi TVRINews





