Harga Minyak Memanas, Pakar: Saatnya RI Genjot Ekosistem EV

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran dengan Israel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS), berisiko memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), terutama akibat penutupan Selat Hormuz yang mengancam pasokan energi global.

Pakar Otomotif dan Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, Indonesia perlu memperkuat ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV), sebagai salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan impor BBM di tengah ketidakpastian global.

"Percepatan ekosistem kendaraan listrik harus terus dipacu untuk memantapkan kedaulatan energi jangka panjang kita dari ketergantungan impor BBM," ujar Yannes kepada Bisnis, dikutip Kamis (26/3/2026).

Adapun, sejumlah jenama mobil listrik telah membangun pabriknya di Indonesia. Misalnya, BYD asal China saat ini tengah mempersiapkan pengoperasian fasilitas produksi mobil listrik di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas terpasang mencapai 150.000 unit per tahun yang ditargetkan mulai produksi dalam waktu dekat.

Tak hanya itu, pabrikan asal Vietnam, VinFast juga telah merealisasikan investasi lebih dari US$300 juta dengan kapasitas produksi awal sekitar 50.000 unit per tahun. Pabrik VinFast yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, berdiri di atas lahan seluas 171 hektare.

Dalam jangka menengah, VinFast menargetkan peningkatan investasi hingga mencapai US$1 miliar. Seiring dengan itu, kapasitas produksi direncanakan meningkat hingga 350.000 unit kendaraan per tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus membuka peluang ekspor.

Baca Juga

  • Pasar Mobil Listrik Kian Sengit, Jaecoo Menantang Dominasi BYD
  • Prabowo Dorong Deregulasi Besar-besaran, Siapkan Ekosistem Mobil Listrik
  • Kenali 4 Tipe Charging Station sebelum Mudik Pakai Mobil Listrik

Menilik kinerja pasar EV terbaru, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesales mobil listrik murni tembus 12.272 unit pada Februari 2026. Angka itu melonjak 135,8% (year-on-year/yoy) dibandingkan 5.203 unit pada Februari 2025.

Lebih lanjut, Yannes mengatakan, pemerintah dinilai perlu memperkuat stabilisasi domestik serta mengamankan jalur logistik di kawasan Asean di tengah meningkatnya risiko geopolitik. 

"Potensi penurunan ekspor ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab lebih dari 30% akibat kenaikan biaya logistik dan risiko konflik dapat diimbangi oleh pertumbuhan ekspor kendaraan listrik ke Asean serta Asia Timur dan Asia Selatan," jelasnya.

Selain itu, penguatan ekonomi domestik juga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi harga BBM. Pemerintah juga didorong mempercepat penguatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) guna mengurangi ketergantungan terhadap komponen impor yang sensitif terhadap pelemahan nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, diplomasi perdagangan dinilai perlu diarahkan untuk memperluas perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA), khususnya di kawasan Amerika Latin. Langkah tersebut dinilai dapat menyerap potensi permintaan yang hilang dari pasar Timur Tengah sekaligus menjaga surplus perdagangan sektor otomotif tetap positif.

Adapun, harga minyak dunia kembali melonjak di tengah ketidakpastian negosiasi damai AS-Iran. Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (26/3/2026), minyak Brent untuk pengiriman Mei naik 1,1% menjadi US$103,39 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik 1% menjadi US$91,25 per barel.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rumah di Pinrang Sulsel Dibobol Maling Saat Pemilik Salat Id, 1 Kg Emas Lenyap
• 15 menit laludetik.com
thumb
Persaingan Lini Belakang Semakin Memanas, Intip Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia Usai Elkan Baggott Dampingi John Herdman
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Kekeringan Picu Terbentuknya Bakteri Super Resisten Antibiotik
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Kebakaran Landa Kafe di Medan, Api Diduga Berasal dari Dapur
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
KPAI Tekankan Pentingnya Masa Transisi Psikologis Anak Usai Libur Lebaran Sebelum Kembali ke Sekolah
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.