KUALA LUMPUR, KOMPAS.TV - Pemerintah Iran dilaporkan mengizinkan kapal tanker Malaysia melintasi Selat Hormuz kendati perairan tersebut ditutup akibat perang. Kapal Malaysia dibolehkan melintas usai Perdana Menteri Anwar Ibrahim berdialog dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Anwar Ibrahim pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang telah mengizinkan kapal Malaysia melintas.
Menurutnya, pemerintah Iran bersikap kooperatif dengan mengizinkan kapal Malaysia beserta awak yang terjebak di Selat Hormuz kembali berlayar.
"Kami sekarang dalam proses membebaskan tanker minyak Malaysia dan pekerja yang terlibat, sehingga mereka bisa melanjutkan perjalanan pulang," kata Anwar Ibrahim dikutip Bernama, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga: Israel Klaim Tewaskan Komandan Angkatan Laut IRGC Alireza Tangsiri
Perdana Menteri Malaysia menyatakan sebelumnya ia telah berkomunikasi dengan Pezeshkian dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi untuk membahas perkembangan perang AS-Israel di Timur Tengah.
Selain itu, Anwar mengaku kembali berbicara dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang menjadi perantara upaya negosiasi antara AS dan Iran.
Anwar mengaku Malaysia aktif berkomunikasi dengan pemimpin di kawasan mengenai upaya perdamaian. Namun, upaya perdamaian disebutnya tidak mudah karena Iran berulangkali "ditipu" dan sulit menerima perjanjian damai tanpa jaminan keamanan yang mengikat.
Lebih lanjut, Anwar mengakui penutupan Selat Hormuz menimbulkan potensi dampak terhadap Malaysia. Kendati demikian, Malaysia disebutnya dalam posisi cukup aman karena kapabilitas BUMN Petronas dalam mengelola pasokan dan stabilitas energi.
Anwar Ibrahim menambahkan pemerintah Malaysia akan terus berperan aktif mendukung perdamaian regional, sembari memastikan kepentingan dan keamanan rakyat Maaysia tetap terjamin.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- perang iran
- kapal malaysia selat hormuz
- anwar ibrahim
- selat hormuz
- iran





