MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan soft launching pembangunan pembatasa (barrier) di Taman Nasional Way Kambas. Pembatas yang dibangun di kepemimpinan Presiden Prabowo ini menjadi akhir dari konflik antara manusia dan gajah yang telah terjadi selama 43 tahun.
Dalam soft launching pembatas ini Menhut didampingi oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Pangdam XXI Radin Inten Mayjend Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah. Selain melakukan soft launching, Raja Antoni juga melakukan halalbihalal dengan seluruh camat dan kepala desa di wilayah sekitar Way Kambas.
“Masalah yang dihadapi di oleh Taman Nasional Way Kambas termasuk yang paling penting adalah konflik konflik antara gajah dan manusia ini sudah berlangsung berapa puluh tahun, ada yang ingat tahun berapa? Tahun 1983, berarti sudah 43 tahun,” ujar Menhut Raja Antoni, di Way Kambas, Lampung, Kamis (26/3).
Baca juga : TNI Harus Jadi Benteng Kedaulatan
Menhut Raja Antoni mengatakan dirinya telah melaporkan kondisi dan persoalan yang terjadi kepada Presiden Prabowo. Disebutkan sebelumnya sejumlah kepala desa dan camat hanya mengusulkan 11 km untuk pembangunan pembatas, namun Presiden Prabowo mengintruksikan pembangunan pembatas di sepanjang Way Kambas dengan total 138 Km.
“Berkat laporan dari temen-temen taman nasional, diperkuat oleh Bu Bupati, diperkuat oleh Pak Gubernur, saya melapor ke Pak Presiden alhamdulillah hari ini dilakukan soft launching pembangunan pembatas Taman Nasional Way Kambas yang kita inginkan dari dulu,” ujar Menhut Raja Antoni.
Menhut Raja Antoni menyebut pembangunan pembatas di TN Way Kambas ditargetkan akan selesai paling lambat pada akhir tahun 2026. Pembatas ini diharapkan dapat mengakhiri konflik manusia dan gajah secara permanen yang sebelumnya menimbulkan kerugian ekonomi, keamanan, keselamatan, bahkan korban jiwa di masyarakat.
Baca juga : Prabowo Dapat Sambutan WNI di AS: We love You, Pak!
“Tidak perlu bertahap sampai bertahap sampai beberapa tahun, paling lambat akhir tahun, 4-5 bulan ke depan akan selesai, paling lambat akhir tahun selesai,” ujar Raja Antoni.
Raja Antoni menyebut Presiden Prabowo mengintruksikan langsung kepadanya untuk membenahi seluruh Taman Nasional di Indonesia. Taman Nasional Way Kambas sendiri menjadi perhatian khusus Presiden, yang nantinya akan dijadikan pilot project untuk Taman Nasional lainnya.
“Pembangunan pembatas ini bagian dari rencana besar Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi Taman Nasional yang jumlahnya 57 Taman Nasional. Pak Presiden mengintruksikan pada saya untuk memperbaiki taman nasional kita, dan Way Kambas kita jadikan pilot project, percontohan, karena sekali lagi kecintaan Bapak Presiden Prabowo Subianto terhadap satwa liar sekaligus terhadap masyarakat Lampung,” ujar Menhut Raja Antoni. (Cah/P-3)





