Kampanye Larangan Buang Sampah di Laut Teluk Ambon Diintensifkan untuk Lindungi Ekosistem Pesisir

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ambon mengintensifkan kampanye larangan membuang sampah ke laut di kawasan Teluk Ambon guna melindungi wilayah konservasi dari kerusakan lingkungan.

Kampanye ini menyasar masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku usaha yang beraktivitas di perairan Teluk Ambon.

Kepala BPPP KKP Ambon Abubakar menegaskan, "Kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke laut, karena ini sangat berbahaya bagi keberlanjutan ekosistem, khususnya di kawasan konservasi Teluk Ambon."

Teluk Ambon diketahui merupakan kawasan strategis dengan nilai ekologis tinggi sebagai habitat berbagai biota laut serta penyangga ekosistem pesisir.

Edukasi dan Keterlibatan Masyarakat

Kampanye dilakukan melalui penyuluhan langsung kepada masyarakat di lapangan.

Selain itu, pemasangan spanduk imbauan di kawasan pesisir turut dilakukan untuk memperkuat pesan larangan tersebut.

Pemanfaatan media sosial juga digunakan sebagai sarana edukasi publik secara luas.

Kegiatan bersih pantai digelar dengan melibatkan kelompok nelayan, pelajar, dan komunitas lokal.

Pendekatan partisipatif dinilai menjadi kunci agar masyarakat memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan laut.

Dampak Pencemaran dan Upaya Pengelolaan

Pembuangan sampah ke laut, terutama di wilayah dekat permukiman seperti Teluk Ambon, dapat menimbulkan dampak serius bagi lingkungan.

Dampak tersebut meliputi pencemaran air laut dan kerusakan terumbu karang.

Habitat ikan dan biota laut lainnya juga dapat terganggu akibat pencemaran.

Abubakar menjelaskan, "Sampah plastik misalnya, bisa terurai menjadi mikroplastik yang kemudian masuk ke rantai makanan laut dan pada akhirnya juga membahayakan kesehatan manusia."

Sampah organik yang menumpuk di perairan dapat menurunkan kadar oksigen dan memicu kematian massal ikan.

Limbah nonorganik berpotensi mencemari perairan dalam jangka panjang.

Kondisi tersebut dinilai dapat merugikan masyarakat pesisir secara ekonomi akibat menurunnya hasil tangkapan ikan.

Selain itu, daya tarik kawasan untuk kegiatan pariwisata juga dapat berkurang.

BPPP KKP Ambon mendorong penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pemilahan sampah dari sumbernya.

Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai juga menjadi fokus utama dalam kampanye tersebut.

Penguatan sistem pengangkutan sampah di wilayah pesisir turut didorong.

Ia berharap, “Kami berharap melalui kampanye ini, kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga Teluk Ambon tetap bersih dan ekosistem lautnya terjaga untuk generasi mendatang.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penumpang Whoosh naik 11,3 persen selama Angkutan Lebaran 2026
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Foto: Aktivitas Pengendara saat Penerapan Diskon Tarif Tol
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Masih Rawan Terkoreksi ke Area 6.745-6.887, Simak Analisa 4 Saham Berikut
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Remaja di Sumedang Curi Mobil Orang Tuanya, Kini Jadi Tersangka dan Ditahan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Akan Akhiri Perang Setelah Ada Jaminan Tak Akan Terulang Lagi
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.