Susah Cari Kerja, Anak Dokter Tak Ikut Ortu Pilih Jadi Tukang Ledeng

cnbcindonesia.com
21 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Air Ledeng. (CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan AI yang terjadi belakangan ini membuat pekerjaan yang dikerjakan manusia menjadi terancam. Banyak orang yang berupaya mencari pekerjaan kurang berisiko karena teknologi tersebut.

Salah satunya adalah pekerjaan sebagai tukang ledeng. Beberapa kali, sejumlah tokoh AI juga menyebut profesi ini saat pekerjaan lain tidak terselamatkan.

Sebuah artikel dari Financial Times juga mencatat opsi menjadi tukang ledeng diambil oleh anak seorang dokter. Pilihan anaknya ini membuat dokter itu bersalah karena mengecewakan orang tua yang berupaya meningkatkan posisi sosial dan akademiknya.


"Saya tidak memberikan kontribusi yang berarti. Apakah saya hanya anomali dalam perjalanan keluarga yang lebih tradisional dalam kelas pekerja?" ujarnya dikutip dari Futurism, Rabu (25/3/2026).

Pilihan Redaksi
  • Mobile Legends Milik Arab Saudi, China Jual Mahal
  • Bukan Manusia, Perang Iran Ternyata Sudah Diatur AI

Pekerjaan terampil seperti tukang ledeng dan juga tukang listrik nampaknya jadi pilihan paling aman, saat AI mengotomatisasi pekerjaan kerah putih. Mulai dari penulis, sekretaris, dokter hingga programmer yang membangun sistem AI terancam dengan teknologi tersebut.

Di sisi lain, pekerjaan terampil itu juga tidak bisa dipandang sebelah mata di tengah perkembangan AI. Karena kebutuhan pembangunan pusat data juga bergantung pada ketersediaan mereka yang berprofesi sebagai pekerja terampil.

Misalnya studi McKinsey memperkirakan adanya tambahan kebutuhan 130 ribu teknisi listrik terlatih di AS antara 2023-2030. Ini dilakukan untuk membangun fasilitas canggih pusat data.

Kebutuhan akan pekerjaan tersebut juga telah dirasakan para raksasa teknologi. Google, misalnya diketahui memberikan dana dalam jumlah yang tidak diketahui pada Electrical Training Alliance tahun lalu.

Selain itu juga ada CEO Nvidia Jensen Huang yang mengatakan AI membutuhkan ratusan ribu teknisi di masa depan.

"Jika Anda seorang tukan listrik, tukang ledeng, tukang kayu, kita akan membutuhkan ratusan ribu untuk membangun semua pabrik," jelasnya.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Ancaman AI Bubble: Euforia Teknologi yang Bisa Meledak?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peneliti INDEF Sebut Elektrifikasi Ojol Bisa Hemat Subsidi BBM hingga Rp15 Triliun per Tahun
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadwal Italia vs Irlandia Utara: Play-off Piala Dunia 2026
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Baterai 9020 mAh dan Layar 165Hz, Harga dan Spesifikasi iQoo Z11
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
75 Tahun Hubungan Indonesia-Vatikan: Buku Bersama Mengarungi Zaman Resmi Diluncurkan
• 38 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Sebagian Besar Serangan Iran Disebut Menyasar Negara Teluk, Hanya 17 Persen Hantam Israel
• 10 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.