Syarat-syarat Iran Sebelum Akhiri Perang dengan AS

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah berlangsung hampir satu bulan. Iran kini melontarkan sejumlah persyaratan kepada AS agar perang berakhir.

Perang ketiga negara itu pecah sejak 28 Februari 2026. Perang diawali serangan gabungan Israel dan AS ke wilayah Iran. Serangan tersebut turut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Iran membalas dengan menembakkan roket ke sejumlah pangkalan militer AS yang berada di negara-negara Timur Tengah. Situasi terus memanas usai Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan minyak dunia.

Di tengah gejolak perang, AS lalu mengusulkan proposal perdamaian. Iran memberikan respons, namun menyertakan lima syarat untuk mengakhiri perang.

Baca juga: Saudi Sorot Serangan Iran Banyak Sasar Negara Tetangga: Ke Israel Cuma 15%

5 Syarat dari Iran ke AS untuk Akhiri Perang

Pemerintah Iran telah menanggapi secara negatif proposal Amerika Serikat yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung. Iran bersikeras bahwa perang hanya akan berakhir dengan syarat-syarat dan jadwal yang ditentukan oleh Teheran sendiri. Iran pun menetapkan lima syarat yang harus dipenuhi untuk mengakhiri perang.

Dilansir media Iran, Press TV, Kamis (26/3/2026), seorang pejabat senior bidang politik dan keamanan Iran mengatakan bahwa pemerintah Iran tidak akan membiarkan Presiden AS Donald Trump mendikte waktu berakhirnya perang. Pejabat yang mengetahui detail proposal AS tersebut, berbicara secara eksklusif kepada Press TV.

"Iran akan mengakhiri perang ketika sudah memutuskan untuk melakukannya dan ketika syarat-syaratnya sendiri terpenuhi," kata pejabat Iran yang tak ingin disebut namanya. Dia menekankan tekad Teheran untuk melanjutkan pertahanan dan memberikan "pukulan berat" kepada musuh sampai tuntutannya terpenuhi.

Menurut pejabat tersebut, Washington telah melakukan negosiasi melalui berbagai saluran diplomatik, mengajukan proposal yang dianggap Teheran sebagai "berlebihan", dan tidak sesuai dengan kenyataan kegagalan Amerika di medan perang.

Baca juga: Video Iran Ingin Perang Berakhir: Tapi dengan Syarat Kami

Pejabat tersebut membandingkannya dengan dua putaran negosiasi sebelumnya yang diadakan pada musim semi dan musim dingin tahun 2025, dan menyebutnya sebagai penipuan.

Dalam kedua kasus tersebut, pejabat itu menekankan, Amerika Serikat tidak memiliki niat tulus untuk terlibat dalam dialog dan kemudian malah melakukan agresi militer terhadap Iran.

Oleh karena itu, Teheran mengkategorikan tawaran terbaru, yang disampaikan melalui perantara Pakistan itu, sebagai taktik untuk meningkatkan ketegangan.




(ygs/ygs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Cukup Kepala Bais Mundur, Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Lagi-lagi, Trump Klaim Menang Perang Lawan Iran
• 22 jam laludetik.com
thumb
Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki? Sains Punya Jawabannya
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
InterSystems Tetapkan Mantan Pemimpin NHS dan Mass General, Dr. Tim Ferris, Sebagai Wakil Presiden Healthcare Practice
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
FIFA Beri Lampu Hijau, 3 Pemain yang Resmi Jalani Proses Naturalisasi Ini Berpotensi Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.