Jakarta, VIVA – Krisis energi global yang dipicu oleh gangguan pasokan minyak dan gas dunia telah mendorong banyak negara mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat. Korea Selatan menjadi salah satu negara yang sigap merespons kondisi tersebut karena ketergantungannya yang tinggi terhadap impor energi, terutama untuk sektor industri dan rumah tangga.
Pemerintah Korea Selatan kemudian meluncurkan kampanye hemat energi nasional yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari kebiasaan sehari hari hingga kebijakan berskala besar, semua diarahkan untuk menekan konsumsi energi tanpa mengganggu aktivitas ekonomi secara signifikan.
Berikut adalah langkah langkah hemat energi yang diterapkan Korea Selatan, sebagaimana dirangkum dari New York Times, Jumat, 27 Maret 2026.
1. Mengurangi durasi mandi
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mandi lebih singkat guna menekan penggunaan air panas dan listrik. Kebiasaan sederhana ini dinilai cukup efektif jika dilakukan secara massal oleh jutaan penduduk.
2. Menggunakan transportasi umum dan sepeda
Warga didorong lebih sering memakai bus, kereta, atau sepeda untuk perjalanan jarak dekat. Tujuannya adalah mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi dari kendaraan pribadi.
3. Membatasi pengisian daya pada jam tertentu
Pengisian ponsel dan kendaraan listrik di malam hari atau saat beban listrik puncak dianjurkan untuk dikurangi agar sistem listrik tetap stabil.
4. Menghemat penggunaan alat rumah tangga
Mesin cuci dan vacuum cleaner disarankan hanya digunakan pada akhir pekan untuk mengurangi konsumsi listrik harian rumah tangga.
5. Beralih ke perangkat hemat energi
Masyarakat didorong menggunakan peralatan elektronik berlabel hemat energi seperti lampu LED dan perangkat rumah tangga efisien listrik.
6. Mematikan lampu saat jam istirahat kantor
Perusahaan dan instansi diminta mematikan lampu pada jam makan siang sebagai bagian dari penghematan energi di sektor perkantoran.
7. Menggunakan tangga daripada lift
Karyawan dianjurkan memakai tangga untuk perjalanan antar lantai yang pendek guna mengurangi penggunaan listrik gedung.
8. Pembatasan operasional kendaraan pemerintah
Kendaraan dinas hanya boleh beroperasi empat hari dalam seminggu sebagai langkah penghematan bahan bakar di sektor publik.





