Pemprov Bali Kejar Target Pertanian Organik Menyeluruh pada 2027

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Andi Yashinta

TVRINews, Denpasar 

Pemerintah Provinsi Bali menargetkan percepatan penerapan sistem pertanian organik di seluruh wilayah sebagai bagian dari strategi menjaga kedaulatan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Hingga saat ini, dari total sekitar 68 ribu hektare lahan persawahan di Bali, baru sekitar 65 persen yang tercatat telah menerapkan sistem pertanian organik.

Target ambisius pun dipasang, yakni seluruh kabupaten/kota di Bali dapat mengadopsi sistem pertanian organik secara menyeluruh pada 2027. Upaya ini dinilai penting tidak hanya untuk menjaga kualitas produksi pangan, tetapi juga mendukung citra Bali sebagai daerah yang mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada mengatakan, pemerintah terus memaksimalkan berbagai strategi untuk memperluas cakupan pertanian organik.

“Kami menargetkan dalam dua tahun ke depan seluruh wilayah di Bali sudah menerapkan sistem pertanian organik, meskipun saat ini baru sekitar 65 persen yang terealisasi,” ujar I Wayan Sunada, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurutnya, sejumlah langkah konkret telah disiapkan untuk mengejar target tersebut, termasuk penyaluran bibit dan pupuk organik ke berbagai daerah yang masih tertinggal dalam penerapan sistem ini. Selain itu, pendampingan kepada petani juga terus dilakukan agar proses transisi dari pertanian konvensional ke organik dapat berjalan optimal.

“Berbagai skema sudah kami siapkan, mulai dari distribusi sarana produksi organik hingga penguatan kapasitas petani. Ini menjadi bagian dari upaya percepatan,” tambahnya.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, seperti keterbatasan pemahaman petani, proses adaptasi yang membutuhkan waktu, hingga perbedaan karakteristik lahan di masing-masing daerah. Namun, pihaknya tetap optimistis target tersebut dapat tercapai sesuai rencana.

Berdasarkan data yang dihimpun, Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Karangasem menjadi dua wilayah dengan tingkat penerapan pertanian organik yang masih relatif rendah dibandingkan daerah lainnya. Sementara itu, Kabupaten Tabanan tercatat sebagai daerah dengan persentase penerapan pertanian organik tertinggi di Bali, sejalan dengan perannya sebagai salah satu lumbung padi utama di Pulau Dewata.

Penguatan pertanian organik juga dinilai sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Bali yang menekankan keseimbangan antara ekonomi, lingkungan, dan budaya. Selain meningkatkan kualitas hasil pertanian, sistem ini juga diharapkan mampu menjaga kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal.

Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat transformasi ini. Dengan cakupan pertanian organik yang semakin luas, Bali diharapkan tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan daya saing sektor pertanian di tingkat nasional maupun global.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bunga di Makam Vidi Aldiano Kerap Hilang, Pihak Keluarga Buka Suara
• 18 jam lalucumicumi.com
thumb
Kolaborasi Kunci Kementerian PU Akselerasi Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 8 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Saat Makanan Cepat Saji Lebih Cepat dari Kesadaran Gizi
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Saat Transportasi Umum Belum Menjadi Tumpuan Mudik Lebaran
• 21 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.