Sempat Muncul 17 Kasus, Dinkes Kota Malang Pastikan Tren Campak Kini Melandai

mediaindonesia.com
16 jam lalu
Cover Berita

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan penyebaran penyakit campak di wilayahnya kini telah terkendali sepenuhnya. Kepastian ini muncul setelah sempat ditemukan 17 kasus terkonfirmasi positif campak pada awal tahun 2026 yang memicu kewaspadaan tinggi di tingkat kelurahan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menjelaskan bahwa seluruh pasien yang sebelumnya terjangkit telah dinyatakan sembuh total. Saat ini, laporan harian dari puskesmas di lima kecamatan menunjukkan tidak adanya temuan kasus baru maupun pasien yang dirawat inap akibat komplikasi campak.

"Kondisi campak di Kota Malang per hari ini, Kamis (26/3/2026), sudah terkendali. Sebanyak 17 kasus yang kemarin sempat muncul sudah tertangani dengan baik dan tidak ada penambahan klaster baru," kata dr. Husnul saat dikonfirmasi, Kamis (26/3).

Baca juga : Kasus Campak Melonjak 147 Persen, Waspadai Klaster Baru di 11 Provinsi

Intervensi Cepat dan Imunisasi Kejar

Keberhasilan menekan angka kasus ini disebut tidak lepas dari langkah cepat Dinkes dalam melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal di area yang ditemukan kasus. Petugas kesehatan di lapangan secara masif melakukan penyisiran terhadap balita yang belum mendapatkan vaksinasi dasar lengkap atau catch-up immunization.

Meskipun situasi sudah stabil, dr. Husnul mengingatkan para orang tua agar tidak lengah. Menurutnya, kekebalan kelompok (herd immunity) hanya bisa terjaga jika cakupan imunisasi di Kota Malang tetap berada di atas angka 95 persen.

"Kami tetap meminta masyarakat waspada, terutama bagi orang tua yang memiliki balita. Pastikan imunisasi MR (Measles-Rubella) anak sudah lengkap. Imunisasi adalah cara paling efektif untuk mencegah risiko komplikasi berat seperti radang paru atau radang otak akibat campak," imbuhnya.

Berdasarkan data nasional 2026, beberapa wilayah di Jawa Timur memang tengah berjuang melawan kenaikan kasus campak. Namun, dengan penguatan sistem surveilans di tingkat puskesmas, Kota Malang optimistis dapat mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) susulan. Warga juga diminta tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta segera melapor ke faskes jika anak mengalami gejala demam tinggi disertai ruam kemerahan.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Parkir Tunai di Surabaya akan Dihapus, Skema Digital dan Voucher Segera Berlaku
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Iran Beri Warning Terbaru, Negara-Negara Tetangga Bisa Kena Pukul Lagi
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK Bantah Alihkan Status Penahanan Gus Yaqut secara Sembunyi-Sembunyi
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
5 Benda yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Wadah Plastik
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Momen Irjen Agus Suryonugroho Cegat Truk Sumbu 3 di Gerbang Tol Pejagan
• 20 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.